Home » GerbangNews » Lapas-Rutan Kaltim Terawan se-Indonesia

Lapas-Rutan Kaltim Terawan se-Indonesia

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Kalimantan Timur (Kaltim), ternyata masuk dalam kategori lapas dan rutan terawan pertama se Indonesia. Kondisi ini, karena jumlah warga binaannya tidak sebanding dengan jumlah lapas dan rutan yang ada saat ini.

Sebagia besar lapas dan rutan di Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara)-Kaltimra-  ini, bangunannya adalah sisa peninggalan jaman penjajahan, sehingga sangat tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Sedangkan jumlah total keseluruhan penghuni lapas dan rutan di Kaltimra sebanyak 11.700 orang/penghuni.

Jumlah penghuni 11.700 nara pidana (napi) ini tersebar di 11 lapas dan rutan yang ada di Kaltimra. Jumlah ini sama dengan jumlah warga binaan di Jawa Tengah (Jateng) yang penduduknya kurang lebih 37 juta orang. Sedangkan Kaltimra, jumlah penduduknya hanya sekitar 3,5 juta orang. Untuk Jateng, para warga binaan tersebar di 44 lapas dan rutan.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwilkumham) Kaltimra, Agus Saryono mengatakan, jika melihat data yang ada, maka jumlah warga binaan tidak terlalu banyak, namun jika dilihat dari tingkat ke rawanannya, maka lapas dan rutan di Kaltim ini, terbilang paling rawan yang ada di Indonesia.

“Untuk jumlah petugas warga binaan pada penerimaan lalu, Kakanwilkumham Kaltimra mendapatkan 600 petugas. Meskipun belum sebanding, dimana idealnya satu berbanding 25. Namun kondisi ini sudah lumayan baik,” kata Kakanwilkumham Kaltimra, Agus Saryono.

PEMUSNAHAN

Selain itu, Kanwilkumham Kaltimra memusnahkan sebanyak 1.600 buah alat komunikasi yang merupakan hasil razia di 11 lapas dan rutan se Kaltimra. Pemusnahan dengan cara dibakar ini dilaksanakan pada saat puncak perayaan HUT ke 54 Hari Bakti Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2B Balikpapan, belum lama ini.

HUT ke 54 Hari Bakti Lembaga Pemasyarakatan dilaksanakan secara sederhana dengan menggelar upacara ditandai dengan pemberian penghargaan dan penandatanganan nota kesepahaman antara lapas dengan kepolisian, pemkot dan pihak ketiga.

“Alat komunikasi yang dimusnahkan ini terbanyak dari para tahanan dan warga binaan yang tersangkut dalam kasus narkoba. Bagi tahanan dan warga binaan yang terbukti menggunakan alat komunikasi di dalam lapas dan rutan akan diberikan sanksi, bisa berupa pencabutan permohonan remisi yang diajukannya,” jelas Agus. (hm)

Check Also

Rusmadi, “Saya Malu Samarinda Banjir”

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Soal banjir yang makin dikeluhkan masyarakat Kota Samarinda,  Rusmadi menceritakan pengalamannya, bahwa jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *