Home » Info Today » Laporan GK dari Makkah: Pasca Penangkapan Pelaku Bom, Polisi Arab Saudi Membaur dengan Jamaah di Masjidil Haram
Suasana di salah satu sudut kota Makkah, sehabis salat Asyar.(foto: danar/gk)

Laporan GK dari Makkah: Pasca Penangkapan Pelaku Bom, Polisi Arab Saudi Membaur dengan Jamaah di Masjidil Haram

GERBANGKALTIM.com, Makkah.— Pasca penangkapan pelaku bom bunuh diri di salah satu aparatemen di kawasan Ajyad, Makkah, askar atau polisi pemerintah Arab Saudi tampak memperketat penjagaan di Masjidil Haram, baik secara terbuka maupun tertutup.

“Ada beberapa petugas keamanan  yang sengaja membaur dengan jamaah. Aparat keamanan tersebut berpakaian seperti jamaah lain. Keberadaannya terlihat saat askar melakukan penertiban mereka yang memberi arahan-arahan khusus,” kata Danar Abisatya Hidayat, Wartawan Gerbang Kaltim yang kini berada di Makkah, Sabtu (25/6/2017).

Wartawan Gerbang Kaltim ketika berada di
Tam In, untuk melaksanakan miqot.(foto: ist)

Dikatakannya kendati demikian, jamaah di Masjidil Haram tetap khusyuk menjalankan ibadah dan tidak terpengaruh dengan adanya berita penangkapan bom di Makkah. Berita adanya penangkapan pelaku bom di wilayah Mekkah oleh petugas keamanan Arab Saudi baru diketahui jamaah pada pagi hari waktu setempat.

“Berita tersebut diketahui secara berantai melalui pesan di media sosial dari link salah satu portal berita online di tanah air,” kata Danar.

Menurut salah satu jamaah dari Indonesia, Ikhlas menyampaikan kepada Gerbang Kaltim bahwa pada saat seusai salat Isya dirinya menemukan kejanggalan dengan tidak adanya bus antar jemput di terminal untuk kembali ke hotel tempat dia menginap.

“Saya sempat menunggu hingga lima menit, baru kemudian bus datang secara berombongan dengan pengawalan polisi,” jelas Ikhlas. Saat itu dirinya tidak mengetahui kabar apapun, dan tidak terlihat semacam kepanikan dari semua pihak baik aparat maupun jamaah. Kabar mengenai adanya penangkapan pelaku baru diketahui pagi harinya.

Wartawan Gerbang Kaltim melaporkan, jamaah saat ini tengah sibuk menyiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Fitri. Hari raya Idul fitri ditandai dengan pelaksanaan salat Ied akan dilaksanakan pada Minggu pagi waktu setempat pada tanggal 25 juni 2017. Penetapan Idul Fitri ini berarti sama dengan yang disepakati oleh pemerintah di Indonesia.

“Ini sesuai dengan ketetapan dari pemerintah kerajaan Arab Saudi. Kumandang takbir juga sudah terdengar setelah pelaksanaan salat Isya tadi malam,” kata Danar.

Dikatakannya, ada pemandangan yang luar biasa di Masjidil Haram saat ini yakni kembali berdatangan para jamaah umroh menjelang sehari Idul Fitri. Padahal sebelumnya ratusan ribu jamaah umroh dari berbagai negara sudah meninggalkan Kota Makkah dan Masjidil Haram.

Jamaah di pelataran Masjidil Haram untuk melakukan tawaf.(foto: danar/gk)

“Luar biasa penuh suasana di pelataran Masjidil Haram tempat tawaf penuh oleh jamaah. Diperkirakan ada 7 juta jamaah umroh yang datang ke Makkah saat ini. Hal ini karena ada paket umroh yang dimulai pada 1 syawal hingga 10 syawal. Makanya jamaah datang sebelum salat Idul Fitri,” kata Danar.

Penuhnya jamaah di Masjidil Haram agak sedikit mempengaruhi rencana wartawan Gerbang Kaltim dan rombongannya untuk melakukan tawaf perpisahan atau tawaf wada. Sebab, dalam ibadah umroh untuk tawaf wada merupakan sunnah, sementara hal ini sebagai kegiatan wajib bagi jamaah haji.

“Kalau melihat kondisi seperti ini, saya dan teman-teman mungkin cukup untuk melakukan salat dua rakaat di Majidil Haram, baru setelah itu meninggalkan Makkah menuju Jeddah, setelah saat Idul Fitri,” kata Danar mengakhiri laporannya. “ Dari tanah haram, Makkah Al Mukkaromah, wartawan Gerbang Kaltim menyampaikan Taqobalallahu minna wa minkum,” tambah Danar. ***

Check Also

Kodim Grogot Inisiasi Pembentukan Posko Terpadu Karhutla 

Kodim 0904 Tanah Grogot menginisiasi pembentukan posko terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *