Home » Info Today » Laporan GK dari Makkah: Strategi Suami Istri yang Itikaf di Masjidil Haram
Jamaah wanita sedang menjalankan salat tarawih.(foto: danar/gk)

Laporan GK dari Makkah: Strategi Suami Istri yang Itikaf di Masjidil Haram

GERBANGKALTIM.com, Makkah.— Kesempatan menjalankan ibadah dalam rangkaian itikaf di sepuluh hari terakhir di bulan ramadan di Masjidil Haram tentu menjadi harapan seluruh umat muslim. Bagaimana jika pasangan suami istri hendak beritikaf?

Danar AH, wartawan Gerbang Kaltim.

“Lokasi untuk itikaf pria dan wanita terpisah dalam blok-blok atau sekat-sekat yang telah diberi tanda oleh petugas di Masjidil Haram. Biasanya sekat-sekat tersebut dipisahkan jalur untuk jalan kaki jamaah,” kata Danar Abisata Hidayat, wartawan Gerbang Kaltim (GK) yang kini berada di Makkah.

Diceritakannya, di Mezzanine Floor, Expansion Building Masjidil Haram yang merupakan gedung tambahan sudah digunakan  jamaah untuk itikaf. Dari empat ruang atau blok yang ada, satu blok yang terletak paling belakang digunakan untuk jamaah wanita.

“Saya beritikaf di sini dengan sitri dan anak. Istri saya berada di blok belakang sekitar 20 meter dari sini,” kata Abu Adam salah satu jamaah itikaf dari Indonesia kepada wartawan Gerbang Kaltim.

Abu Adam mengatakan untuk keperluan ke hotel atau untuk membeli makan berbuka dan sahur mereka bergantian keluar masjid untuk berbelanja.

“Kadang kalau pas malam genap, istri saya memasak makanan Indonesia di hotel. Kalau pas malam ganjil kami lebih fokus beribadah qiyamul lail,” jelas Abu Adam.

Ditambahkannya, jika kita beritikaf disini, sebaiknya kita menempati suatu tempat dalam kelompok atau group. Sebab sering terjadi jika lokasi yang ditempati bisa berubah “pemilik”. Harus ada sebagian dari anggota kelompok yang menjaga lokasi itikaf kita.

“Saya sudah berganti tempat tiga kali sejak malam 21 Ramadhan di sini,” kata Effendi, jamaah Indonesia lainnya.

Jamaah wanita ketika salat tarawih di pelataran Masjidil Haram. (foto: danar/gk)

Effendi mengaku setiap usai salat Ashar lokasi tempatnya beritikaf dilakukan pembersihan pengepelan lantai oleh petugas. Sehingga setiap itu pula dirinya harus mengangkat barang bawaan. Jika lokasi Mezzanine Floor agak jauh dari Ka’bah, beberapa jamaah dari Indonesia juga ada yang mendapatkan tempat di sekitar Ka’bah.

Imron jamaah Indonesia yang bertemu dengan Gerbang Kaltim menyatakan dirinya memang sudah berniat melakukan itikaf di sekitaran pelataran Ka’bah. Di sini tantangannya pun cukup berat. Selain lokasi yang sering berpindah karena pembersihan, untuk urusan makan buka dan sahur juga menjadi tantangan.

Suasana sahur di Mezzanine Floor, usai qiyamul lail menjelang salat Subuh. (foto: danar/gk)

“Pernah suatu saat saya tinggal ke toilet, ternyata lokasi semula dibersihkan petugas. Ketika saya kembali sudah berganti menjadi tempat jamaah wanita,” ujar Imron.

Untuk kebutuhan makan berbuka dan sahur, imron menyampaikan bahwa dirinya berbagi jadwal dengan istri dan adiknya. Jika salah satu pergi, maka yang lain menjaga lokasi itikaf.  Imron beritikaf dengan enam anggota keluarga, dengan satu adik laki-laki dan empat anggota keluarga perempuan.***

Check Also

Panwaslu Paser: 25 September Batas Akhir Pendaftaran Panwascam

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Paser telah membuka pendaftaran anggota Panitia Pengawas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *