Home » GerbangNews » Laporan GK dari Makkah: Tidak Mendengar Kabar Ledakan, Jamaah di Masjidil Haram Tetap Khusyuk Beribadah
Suasana di salah satu sudut Masjidil Haram. (foto: danar/gk)

Laporan GK dari Makkah: Tidak Mendengar Kabar Ledakan, Jamaah di Masjidil Haram Tetap Khusyuk Beribadah

GERBANGKALTIM.com, Makkah.— Adanya kabar upaya penyerangan Masjidil Haram oleh sejumlah teroris yang berhasil digagalkan oleh pasukan keamanan Arab Saudi, ternyata tidak banyak diketahui oleh para jamaah haji Indonesia yang sedang melaksanakan ibadah umroh maupun itikaf di Masjidil Haram.

Danar AH, wartawan Gerbang Kaltim.

Wartawan Gerbang Kaltim, Danar Abisatya Hidayat mengabarkan jamaah di Masjidil Haram tetap kyusuk menjalankan serangkaian ibadah, yakni salat tarwih atau qiyamul lail,  juga tawaf dan sai bagi yang melakukan umroh sunah. “Jamaah di sini tenang-tenang saja. Kami tahu kejadian itu dari berita online,” kata Danar yang kini berada di salah satu sudut Masjidil Haram.

Seperti dilansir CNN Indonesia Sabtu (24/06/2017) pagi,  aparat keamanan Arab Saudi berhasil menggagalkan upaya seorang pria yang ingin melakukan aksi bom bunuh diri di Masjidil Haram. Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan, aparat mengepung pria tersebut di sebuah rumah di Ajyad al-Masafi, Makkah, pada Jumat (25/6/2017).

Danar mengakui jumlah jamaah di Masjidil Haram memang sudah jauh berkurang. Para jamaah dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia dan Balikpapan yang sebelumnya memenuhi Makkah kini sudah pulang ke negaranya masing-masing untuk merayakan Idul Fitri di kampung halamannya.  Sehingga praktis suasana lebing lengang dibanding hari-hari sebelumnya.

“Puncak kepadatan jamaah di Masjidil Haram mencapai puncaknya pada malam ke-27 hari Jumat (23/6/2017) yang merupakan malam ganjil dan banyak yang meyakini sebagai salah satu malam turunnya lailatul qadar. Banyak jamaah yang menangis saat imam memimpin doa yang cukup panjang,” kata Danar.

Sementara itu, jamaah salat Jumat di Masjidil Haram pada esok harinya juga masih banyak dipenuhi jamaah, karena ini merupakan salat Jumat  pekan terakhir Ramadan tahun ini.

Dalam khutbahnya, khatib Jumat menyampaikan bahwa kita berada di penghujung bulan Ramadan. Allah telah melimpahkan anugerahnya di bulan yang mulia ini. Bagi kaum muslim, masih ada kesempatan untuk mendapatkan berkah di bulan Ramadan ini karena Ramadan masih ada beberapa hari lagi.

Khatib salat Jumat di Masjidil Haram. (foto: ist/gk)

“Sama seperti kedatangannya, perpisahan dengan bulan mulai juga akan terjadi. Umat muslim diberi kesempatan untuk mendapatkan berkah dari Allah melalui ibadah ibadah salat, puasa, sedekah dan lainnya,” kata Danar.

Selain itu, khatib juga mengingatkan agar umat muslim membayarkan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Pembayaran zakat dilakukan agar seluruh umat Islam baik yang fakir maupun yang kaya sama-sama merayakan Hari Raya.

“Dan pada malam hari raya agar menyerukan takbir di jalan-jalan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Selain itu juga sebagai bentuk syiar Islam. Pada saat melaksanakan salat Ied, agar membawa serta seluruh anggota keluarga, anak-anak dan istri, karena hal tersebut merupakan syiar Islam,” kata wartawan Gerbang Kaltim menirukan seruan dari khatib Jumat.

Sebagai tambahan informasi, pelaksaan salat Idul Fitri di Masjidil Haram diperkirakan terjadi pada hari Minggu, (25/6/2017) kendati masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi.

“Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita di bulan Ramadan ini dan mempertemukan kita dengan Ramadan berikutnya,” kata Dana mengakhiri laporannya dari Masjidil Haram.***

Check Also

Panwaslu Paser: 25 September Batas Akhir Pendaftaran Panwascam

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Paser telah membuka pendaftaran anggota Panitia Pengawas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *