Home » Pariwisata » Destinasi » Laporan GK dari Tanah Suci Makkah: Haru Saat Meninggalkan Nabawi untuk Umroh dan Itikaf di Masjidil Haram
Suasana tarawih malam ke-21 di Masjidil Haram. (foto: danar/gk)

Laporan GK dari Tanah Suci Makkah: Haru Saat Meninggalkan Nabawi untuk Umroh dan Itikaf di Masjidil Haram

GERBANGKALTIM.com, Makkah,– Tak terasa puasa sudah memasuki hari kedua puluh. Jemaah itikaf dari Indonesia sudah sejak Senin (12/6/2017) berada di Madinah Al Munawaroh,  enggan rasanya harus meninggalkan Kota Rasul dan Masjid Rasul, Nabawi.

Danar, wartawan GK.

“Haru saat kami harus meninggalkan Madinah. Namun untuk kelengkapan ibadah perjalanan harus dilanjutkan ke Makkah, dengan tujuan umroh di Masjidil Haram serta itikaf di sana,” kata Danar Abisatya Hidaya, wartawan Gerbangkaltim yang kini sedang melakukan perjalanan umroh dan sudah berada di Kota Makkah.

Diceritakannya,  dirinya tergabung dalam rombongan besar sekitar 250 jamaah dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Balikpapan.  Pada Rabu (14/6/2017) malam, pukul 23.00 waktu Madinah, rombongan mulai meninggalkan Kota Nabi, menggunakan enam bus. Para jamaah sudah menggunakan pakaian ikram, dua helai kain putih khususnya bagi kaum laki-laki.

Jamaah sedang miqat di Masjid Bir Ali.(foto: danar/gk)

Kemudian pengambilan niat umroh dilakukan di Bir Ali, dengan melakukan salat dua di Masjid Bir Ali. Dalam perjalanan dari Madinah ke Makah, rombongan sahur di perjalanan singgah di masjid sekitar 2 jam perjalanan dari Bir Ali.

Sejumlah jamaah itikaf menyatakan bahwa untuk ibadah itikaf di Masjid Nabawi, peserta diwajibkan melakukan registrasi. Hal ini belum diketahui apakah juga berlaku untuk itikaf di Masjidil Haram pada tahun ini.

“Sebab sesuai informasi yang beredar untuk itikaf tahun sebelumnya di Masjidilharam tidak diperlukan registrasi. Namun kabar tersebut tidak menyurutkan niat rombongan itikaf Indonesia untuk mendapatkan limpahan pahala ibadah umroh dan itikaf dari Allah SWT,” kata Danar.

Tahalul, memotong sebagian rambut.(foto: danar/gk)

Diceritakannya, seluruh rombongan jamaahnya sudah melakukan umroh setelah sebelumnya menaruh barang-barang di sebuah hotel yang menjadi tempat penginapan di Jl. Al Rahma yang tak jauh dari jalan lingkar kedua di Makkah. Prosesi tawaf hingga sai dan ber-tahalul yang ditandai memotong rambut sudah dilakukan.

“Kami saling menggunting rambut sesama jamaah usai melakukan sai,” katanya.

Menungu saat buka, sambil memperbanyak amalan di dalam Masjidil Haram.(foto: danar/gk)

Menurutnya, rombongan kini sedang bersiap-siap melakukan itikaf karena sejak Kamis (15/6/2017) masih mengatur strategi agar pelaksanaan itikaf berjalan lancar. Seharian jamaah berusaha beradaptasi dengan suasana baru di Makkah. Seperti mencari tempat yang akan dijadikan lokasi rombongan  beritikaf, dan keperluan mendapatkan bahan makanan selama itikaf.

Jamaah juga sudah menikmati bagaimana khusuknya suasana tarawih di Masjidil Haram pada malam ke-21, setelah pada siangnya juga banyak berada di masjid, mulai dari membaca Al-Quran, dan melakukan salat wajib dan sunah.

“Rencananya pagi ini kami ke Masjidil Haram untuk mempersiapkan salat Jumat dan itikaf. Mudah-mudahan lancar,” katanya. ***

Check Also

Polisi Turun ke Pasar, Inflasi Terjaga

CAPAIAN inflasi periode Lebaran 2017 atau Juni 2017 yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *