Home » GerbangNews » Laporan GK dari Tanah Suci: Tempat Sandal Gratis hingga Nikmatnya Takjil Gratis di Masjid Nabawi
Jamaah sedang memasukkan sandal atau sepatu ke dalam plastik, di depan masjid Nabawi.(foto: dana/gk)

Laporan GK dari Tanah Suci: Tempat Sandal Gratis hingga Nikmatnya Takjil Gratis di Masjid Nabawi

GERBANGKALTIM.com, MADINAH.- Jamaah yang hendak menjalankan ibadah di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi tidak perlu repot dan bingung untuk menyimpan sandal atau alas kaki.

Danar, wartawan GK.

“Di pelataran Masjid Nabawi sudah tersedia plastik gratis di beberapa lokasi pada tiang-tiang di sekitar pintu masuk masjid,” demikian laporan wartawan Gerbang Kaltim, Danar Abisatya Hidayat dari Madinah, Rabu (14/6/2017).

Wartawan Gerbang Kaltim yang sedang melaksanakan ibadah umroh 10 hari terakhir bulan Suci Ramadhan di Tanah Suci itu selanjutnya mengatakan, apabila sandal jamaah sudah dimasukkan ke dalam plastik, selanjutnya jamaah bisa menaruh di tempat penitipan di sekitar pintu masuk.
“Ada banyak rak alas kaki yang tersebar di dalam masjid, atau membawa alas kaki tersebut dan menyimpannya di dalam tas,” katanya.
Saat ini rata-rata suhu di Madinah berkisar 44 derajat celsius, termasuk cukup panas dan kering. Apalagi dalam keadaan bepuasa, maka jamaah membatasi diri berada di luar ruangan. Biasanya jamaah menjalankan sahur dan salat subuh di Nabawi, dan kembali ke penginapan. Siangnya kembali lagi menjelang salat Dhuhur, dan bisa bertahan hingga salat Ashar, hingga sekalian menunggu berbuka puasa dan salat Magrib.
“Jarak penginapan ke Masjid Nabawi tak tersekitar 600 meter,” katanya.

Berbuka Puasa Menu Khas Masjid Nabawi.

Menu takjil di dalam masjid Nabawi.(foto: danar/gk)

Membatalkan ibadah puasa dengan berbuka puasa di masjid kekasih Allah, Rasulullah Muhammad di Nabawi merupakan kesempatan yang sangat diimpikan kaum muslimin. Ratusan ribu umat muslim dari segala penjuru dunia memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Seluruh shaf di masjid Nabawi, tidak pernah kosong semakin penuh setiap menjelang salat Dhuhur hingga Ashar,” kata Danar Abisatya.
Diceritakannya, usai salat Ashar, sejumlah anak anak berusia sekitar 11 hingga 12 tahun dengan beberapa lelaki dewasa langsung sigap menyiapkan lembaran plastik di shaf sholat. Dengan cekatan penyiapan lapak berbuka tersebut juga tidak menganggu aktivitas jamaah di masjid Nabawi yang mengisi waktu usai Ashar hingga adzan Maghrib dengan membaca ayat suci Al-Quran.
“Ada yang khas dari menu berbuka di masjid Nabawi. Menu berbuka di dalam masjid biasanya berupa buah kurma dengan bermacam jenis, tergantung dari penyedia menu berbuka masing masing. Yoghurt, roti gandum dan air zam zam. Beberapa di antaranya juga menyediakan teh arab hangat,” katanya.
Keadaan ini, berbeda dengan menu di luar masjid atau di pelataran masjid. Karena memang tidak dilapisi karpet, untuk berbuka dilakukan di atas lembaran terpal plastik. Kemudian jamaah bisa mengisi barisan shaf-shaf.
“Menu berbuka puasa di pelataran masjid biasanya lebih bervariasi.
Menu wajib yang pasti bisa ditemui sama dengan menu di dalam masjid, Yogurt, roti gandum, kurma dan air zam zam ditambah lagi nasi kebuli, nasi briyani, buah-buahan seperti jeruk, apel, pisang,” katanya.
Jika sudah berkumandang adzan maghrib, maka serentak jamaah langsung menikmati sajian tersebut. Hingga sebelum memasuki iqomah, pihak penyedia lapak dengan cekatan membersihkan lapak berbuka puasa untuk digunakan salat Maghrib.
“Semoga kita mendapatkan kesempatan merasakan berbuka puasa di masjid nabi, Nabawi,” katanya.***

Check Also

Diduga Mesum Pasangan Remaja Diamankan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Sejumnlah pasangan remaja yang diduga melakukan perbuatan asusila diamankan petugas Polsek Balikpapan, Kalimantan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *