Home » Gerbang Business » Lebaran, PT DLU Berlakukan Tarif Berjenjang di Semayang Balikpapan
Armada DLU. (ist)

Lebaran, PT DLU Berlakukan Tarif Berjenjang di Semayang Balikpapan

GERBANGKALTIM.COM, Balikpapan,- Sejak awal Ramadan 1438 Hijriah, operator pelayaran swasta PT Dharma Lautan (DLU) memberlakukan tarif berjenjang (tuslah) dalam angkutan lebaran tahun 2017 dengan kenaikan antara 10 hingga 15 persen. Saat ini posisi kapasitas kapal yang sudah terisi mencapai 60 – 80 persen.

Kepala Cabang PT DLU Balikpapan, Jamirin mengatakan, dipertengahan Ramadan ini harga tiket kapal DLU ada dikisaran 360 ribu rupiah perorang. Saat ini posisinya 60 hingga 80 persen sudah terisi calon penumpang. Ratusan bahkan ribuan calon penumpang diberangkatkan melalui Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Menjelang puncak arus mudik lebaran, calon penumpang mulai memburu tiket mudik, bahkan ada yang sudah jauh hari sebelumnya. Kondisi ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi operator angkutan laut dan udara. Beberapa hari lalu, seribu lebih calon penumpang KM Bukit Siguntang bertolak ke Maumere melalui Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Salah satu operator swasta angkutan laut di Balikpapan yang melayani angkutan lebaran ini adalah PT Dharma Lautan Utama. Dalam arus mudik dlu menyiapkan 4 kapal yakni Kartika 9, Kirana, Kirana 9 dan Dharma Ferry 3 dengan kapasitas rata-rata antara 600 – 850 penumpang.

Dalam arus mudik, DLU juga memberlakukan tarif berjenjang mulai awal Ramadan. Jelang lebaran ini, kenaikan tarif antara 10 hingga 15 persen. Upaya ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan penumpang, pemudik disarankan mudik lebih awal.

“Sebagai operator pelayaran swasta, DLU sudah menyiapkan armadanya untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan angkutan lebaran tahun ini, terutama kapal Roro yang dibutuhkan untuk angkutan sembako dan kenadaraan,” ujar Kacab PT DLU Jamirin, belum lama ini.

Check Also

Polisi Turun ke Pasar, Inflasi Terjaga

CAPAIAN inflasi periode Lebaran 2017 atau Juni 2017 yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *