Home » GerbangNews » LIMBAH MINYAK DIBUANG KE SUNGAI PASAR BARU
Limbah minyak genangi permukaan air

LIMBAH MINYAK DIBUANG KE SUNGAI PASAR BARU

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Limbah minyak berwarna oranye dan berbau  kurang sedap mencemari sungai di kawasan Pasar Baru Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).  Pihak kelurahan setempat dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) melakukan pengecekan langsung di lokasi dengan menyusuri  sungai untuk mencari asal limbah yang tercemar.

Persolan limbah di Sungai Pasar Baru, kembali mencuat. Sebelumnya, sudah pernah dirapatkan pihak kelurahan berserta pengiat kuliner di kawasan Pasar Baru. Namun kali ini kembali terjadi. Setelah dua bulan reda, limbah  yang berbau minyak dan berwarna oranye kembali mengalir di sungai kawasan Pasar Baru sekitar pukul 11 siang. Aroma minyak sangat menyegat saat melintas di kawasan jembatan Pasar Baru.

Lurah Klansdasan Ilir, Tarso, setelah mendapatkan laporan dari warga, langsung mendatangi lokasi tumpahan limbah minyak di  jemabatan baru dan mengambil sample air yang tercemar dan melakukan penulusuran asal limbah.

“Kami akan memanggil pihak yang diduga melakukan pencemaran di kawasan Sungai Pasar Baru,” kata Lurah Klandasan Ilir, Tarso. Sementara, dugaan berasal dari Hotel Bahtera Balikpapan. Prediksi itu diungkapkan setelah dilakukan pengecekan di lokasi pencemaran.

Selain pencemaran cairan minyak, sungai/pantai di kawasan Balikpapan juga dicemari limbah medis. Kasus pencemaran limbah medis ini belum juga diketahui pasti siapa pembuangnya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) belum juga memutuskan siapa nekat membuang sampah bekas pengobatan/kesehatan itu.

Bisakah limbah-limbah ini dimanfaatkan menjadi hal positif, seperti dilakukan Guntur Harianto. Pria berusia 44 tahun itu kreatif, merubah limbah batang pohon mangrove menjadi tempat tisu, bingkai cermin, lampu gantung, hingga lampu hias dan lainnya. Di tangan Guntur, limbah batang pohon mangrove disulap menjadi sebuah karya seni dan kerajinan yang memiliki nilai jual ekonomis

Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Guntur remaja, memang sudah memiliki keinginan untuk menjadi seorang perajin dan seniman. Sekitar 21 tahun silam, berbagai macam kerajinan dari barang limbah sudah pernah dibuatnya. Hasilnya, bukan saja indah, tapi juga dapat menghasilkan rupiah. Yang tidak kalah penting, Guntur mampu memanfaat “sampah” menjadi industri rumahan yang menciptakan rupiah. Bahkan, karyanya ini kini dilirik sejumlah negara Asia dan Eropa. (hm/sh).

 

Check Also

Banjir Samarinda Ada Solusinya

#KaloRusmadiGubernurnya Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Rusmadi Wongso, mantan Kepala Bappeda, Sekdaprov Kaltim menjelang fajar menyingsing pemerintahannya di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.