Home » Batubara » Mahasiswa dan Ormas Paser Tuntut Kideco Terkait Pencemaran Lingkungan

Mahasiswa dan Ormas Paser Tuntut Kideco Terkait Pencemaran Lingkungan

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.Com) Dua elemen mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Paser menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser, Kamis (15/12).

Organisasi mahasiswa tersebut yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Barisan Pemuda Adat Nasional (BPAN) Cabang Paser.

Koordinator Lapangan (korlap) dalam aksi demonstrasi itu, Asnan, mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh PT.Kideco Jaya Agung di daerah itu.

“Kami meminta kepada anggota DPRD yang terhormat untuk melakukan tindakan kepada PT.Kideco Jaya Agung yang telah melakukan pengrusakan dan pencemaran lingkungan”, ujar Asnan.

Aksi demonstrasi tersebut sempat diwarnai dengan aksi bakar ban di depan gedung DPRD. Sontak hal itu membuat aparat kepolisian melakukan tindakan dan upaya pemadaman api karena ban yang terbakar berada di tengah jalan.

Para demonstran tersebut pun tidak lama memasuki gedung pintu gerbang dan melakukan orasi di depan pintu masuk.

Menurut Asnan pencemaran limbah dan kerusakan pohon bakau telah terjadi diantaranya di Desa Pasir Mayang dan teluk Adang.

“Di Pasir Mayang limbah telah menyebar begitu pun dengan pepohonan bakau yang rusak disebabkan bibir pantai dan pohon mangrove dijadikan tempat tempat tambatan kapal pengangkut batu bara milik PT.Kideco, ujar Asnan.

Dalam penyampaian aspirasi tersebut, elemen mahasiswa dan ormas tersebut sempat terjadi saling dorong dengan aparat kepolisian yang berbaris menjaga pintu masuk gedung DPRD Paser.

Hal itu dikarenakan para demonstrans meminta agar anggota DPRD mempersilakan mereka memasuki gedung.

Namun anggota DPRD menjelaskan bahwa penyampaian aspirasi tidak bisa dilakukan pada saat itu juga. Anggota DPRD menjelaskan mereka baru bisa diterima memasuki gedung, duduk menyampaikan aspirasi di dalam rapat pada pukul 14.00 Wita.

Tidak terima dengan hal itu, para demonstrans memaksa masuk ke dalam gedung hingga terjadi adu dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga.

Namun aksi adu dorong tersebut bisa diatasi oleh aparat kepolisian dan para demonstrans akhirnya menunggu hingga pukul 14.00 wita dan menyerahkan dokumen tuntutan kepada perwakilan DPRD.

“Tuntutan kami yakni menolak perusakan lingkungan di kawasan Teluk Adang, dan PT. Kideco harus bertanggung jawab atas pencemaran laut dan lingkungan akibat limbah batu bara di kawasan Teluk Adang,” kata Asnan.

PT. Kideco Jaya Agung juga harus menghentikan menjadikan bibir pantai dan pohon mangrove sebagai tempat tambatan kapal pengangkut batu bara.

“Kami juga mendesak penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan adanya pembiaran yang dilakukan atas pencemaran dan rusaknya kawasan Teluk Adang sesuai UU dan ketetapan yang berlaku dikawasan Teluk Adang,” lanjut Asnan.

Asnan mengatakan bahwa pihaknya juga mendesak pemerintah agar benar-benar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mendukung terjaganya kawasan Teluk Adang yang lebih baik.

“Pemerintah harus memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang diduga terlibat melakukan  pencemaran dan pengerusakan kawasan Teluk Adang. Kami juga mendesak DPRD Kabupaten Paser agar aktif melakukan pengawasan terkait pencemaran lingkungan,” pungkas Asnan.

Check Also

Diduga Mesum Pasangan Remaja Diamankan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Sejumnlah pasangan remaja yang diduga melakukan perbuatan asusila diamankan petugas Polsek Balikpapan, Kalimantan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *