Home » Majukan Sektor Perkebunan di Kutai Barat

Majukan Sektor Perkebunan di Kutai Barat

SENDAWAR- Sebagai kabupaten baru Kubar tentu perlu loncatan-loncatan yang lebih dari biasanya agar pembangunan semakin cepat. Positifnya Kubar kini tampil dengan tatakota yang apik. Itulah yang terekam saat Komisi Gabungan DPRD Kaltim memasuki kota Sendawar, Ibukota Kubar pekan lalu.
“Meskipun bukan daerah kaya seperti Kukar, akses jalan di Kubar relatif tertata baik. Harusnya Samarinda bisa belajar dari bagaimana perjuangan Kubar dalam menata infrastrukturnya,” papar salah satu anggota komisi gabungan DPRD Kaltim, Syaparudin saat memasuki ibukota Kubar tersebut.
Pemkab Kukar terus berupaya melakukan pembenahan pada sejumlah infrastruktur vital. Tentu saja dengan sangat memanfaatkan bantuan keuangan Pemprov Kaltim.
Tim Komisi Gabungan yang melakukan cross check serapan APBD di Kubar adalah  Syaparudin (PPP), Hj.Encik Widyani (Golkar), Windy Imelda (Demokrat), Yahya Anja (Demokrat), dan Sarkowi V Zahry (Golkar).
Tim disambut Ketua DPRD kota Kubar F.X. Yapan, SH, dan Sekda Kubar Drs. Aminuddin, M. Si. Mereka mewakili Bupati Kubar Ismael Thomas SH yang berhalangan hadir.
Beberapa hal penting dibahas pada pertemuan itu. Di antaranya pembenahan bidang perkebunan yang menjadi salah satu primadona di Kubar.
“Komitmen Kubar akan pembangunan begitu kuat dengan Pemprov. Semoga bisa lebih ditingkatkan lagi kedepannya. Kita semua tahu bahwa daerah ini berpotensi besar mengembangkan perekonomian daerah yang berimbas pada perekonomian provinsi. Salah satunya memaksimalkan potensi perkebunan,” tambah Syafaruddin.
Hingga saat ini komoditas yang telah dikembangkan adalah karet dan kelapa sawit. Luas perkebunan yang telah dimanfaatkan seluas 70.077 hektare. Sementara itu, rotan dari Kutai Barat memberikan sumbangan sebesar 18 persen dari total kebutuhan rotan nasional yang sebesar 350.000 ton.
Di akhir pertemuan pun komitmen ditetapkan. DPRD Kaltim akan selalu mengawal anggaran pembangunan khususnya sektor perkebunan yang memang sudah memberikan sumbangsih PAD yang besar untuk Kubar.
“Masukan dari Kubar terkait serapan APBD di semua sektor selalu jadi perhatian kami. Terutama anggota DPRD yang memang berasal dari daerah pemilihan Kubar. Apalagi sektor pertanian khususnya kelapa sawit, memang punya kans besar untuk terus berbicara banyak bagi perekonomian daerah ini,” urai salah satu anggota Komisi Gabungan, Sarkowi V Zachry.
Komisi gabungan juga berkesempatan mengunjungi RSUD Harapan Insan Sendawar  (HIS) yang berdiri di atas lahan 28,5 hektare di Jalan Mawar Kampung Sekolaq Joleq, Kecamatan Sekolaq Darat.
Kunjungan sekaligus mengevaluasi bagaimana kinerja sistem kesehatan selama ini. “Fakta menunjukan bahwa sejumlah pembenahan perlu dilakukan. SDM staf serta tenaga medis perlu ditambah sesegera mungkin karena sangat bersinggungan dengan pelayanan kesehatan yang harus siaga 24 jam, ” ungkap anggota Komisi Gabungan Encik Widyani.
Selain itu, minimnya sumber daya listrik di Sendawar juga jadi kendala vital yang butuh perhatian khusus mengingat pasokan listrik sangat penting bagi rutinitas pembangunan dan operasional daerah.
“Bagaimana mungkin, pasien yang dioperasi harus ikut terhenti prosesnya karena seringnya pemadaman listrik,” papar politisi Golkar ini saat menyambangi beberapa ruang rawat inap rumah sakit kebanggaan warga Sendawar tersebut. (adv/san/dhi/met)
Sumber: Tim Media DPRD Kaltim

Pacu Infrastruktur, Majukan Sektor Perkebunan
SENDAWAR- Sebagai kabupaten baru Kubar tentu perlu loncatan-loncatan yang lebih dari biasanya agar pembangunan semakin cepat. Positifnya Kubar kini tampil dengan tatakota yang apik. Itulah yang terekam saat Komisi Gabungan DPRD Kaltim memasuki kota Sendawar, Ibukota Kubar pekan lalu.“Meskipun bukan daerah kaya seperti Kukar, akses jalan di Kubar relatif tertata baik. Harusnya Samarinda bisa belajar dari bagaimana perjuangan Kubar dalam menata infrastrukturnya,” papar salah satu anggota komisi gabungan DPRD Kaltim, Syaparudin saat memasuki ibukota Kubar tersebut.Pemkab Kukar terus berupaya melakukan pembenahan pada sejumlah infrastruktur vital. Tentu saja dengan sangat memanfaatkan bantuan keuangan Pemprov Kaltim.Tim Komisi Gabungan yang melakukan cross check serapan APBD di Kubar adalah  Syaparudin (PPP), Hj.Encik Widyani (Golkar), Windy Imelda (Demokrat), Yahya Anja (Demokrat), dan Sarkowi V Zahry (Golkar).Tim disambut Ketua DPRD kota Kubar F.X. Yapan, SH, dan Sekda Kubar Drs. Aminuddin, M. Si. Mereka mewakili Bupati Kubar Ismael Thomas SH yang berhalangan hadir.Beberapa hal penting dibahas pada pertemuan itu. Di antaranya pembenahan bidang perkebunan yang menjadi salah satu primadona di Kubar.”Komitmen Kubar akan pembangunan begitu kuat dengan Pemprov. Semoga bisa lebih ditingkatkan lagi kedepannya. Kita semua tahu bahwa daerah ini berpotensi besar mengembangkan perekonomian daerah yang berimbas pada perekonomian provinsi. Salah satunya memaksimalkan potensi perkebunan,” tambah Syafaruddin.Hingga saat ini komoditas yang telah dikembangkan adalah karet dan kelapa sawit. Luas perkebunan yang telah dimanfaatkan seluas 70.077 hektare. Sementara itu, rotan dari Kutai Barat memberikan sumbangan sebesar 18 persen dari total kebutuhan rotan nasional yang sebesar 350.000 ton.  Di akhir pertemuan pun komitmen ditetapkan. DPRD Kaltim akan selalu mengawal anggaran pembangunan khususnya sektor perkebunan yang memang sudah memberikan sumbangsih PAD yang besar untuk Kubar.“Masukan dari Kubar terkait serapan APBD di semua sektor selalu jadi perhatian kami. Terutama anggota DPRD yang memang berasal dari daerah pemilihan Kubar. Apalagi sektor pertanian khususnya kelapa sawit, memang punya kans besar untuk terus berbicara banyak bagi perekonomian daerah ini,” urai salah satu anggota Komisi Gabungan, Sarkowi V Zachry.Komisi gabungan juga berkesempatan mengunjungi RSUD Harapan Insan Sendawar  (HIS) yang berdiri di atas lahan 28,5 hektare di Jalan Mawar Kampung Sekolaq Joleq, Kecamatan Sekolaq Darat. Kunjungan sekaligus mengevaluasi bagaimana kinerja sistem kesehatan selama ini. “Fakta menunjukan bahwa sejumlah pembenahan perlu dilakukan. SDM staf serta tenaga medis perlu ditambah sesegera mungkin karena sangat bersinggungan dengan pelayanan kesehatan yang harus siaga 24 jam, ” ungkap anggota Komisi Gabungan Encik Widyani.Selain itu, minimnya sumber daya listrik di Sendawar juga jadi kendala vital yang butuh perhatian khusus mengingat pasokan listrik sangat penting bagi rutinitas pembangunan dan operasional daerah. “Bagaimana mungkin, pasien yang dioperasi harus ikut terhenti prosesnya karena seringnya pemadaman listrik,” papar politisi Golkar ini saat menyambangi beberapa ruang rawat inap rumah sakit kebanggaan warga Sendawar tersebut. (adv/san/dhi/met)Sumber: Tim Media DPRD Kaltim

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.