Mancing di Rumah Singgah Ikan
a>Oleh: Danar Abisatya/WHY
“Anginnya ke Utara!” seru Yusuf, kru kapal, sambil melihat GPS, “50 meter lagi ke Timur.”
“Arus laut ke Selatan, hmm, cuacanya kurang pas ini,” sahut Umar, motoris kapal tak kalah keras. ” Sabar, jangan dulu!”
Beberapa saat kemudian. Setelah jangkar dibuang kelaut.
“Iya sudah, lempar pancingnya,” teriak Umar
Seperti mendapat perintah, umpan yang terpasang dimata pancing pun serentak diturunkan. Hasilnya strike! seekor kakap merah dengan berat hampir 4 kilogram berhasil diangkat.
Permulaan yang menggembirakan.
—————————————————
GERIMIS mengiringi Minggu tanggal 13 Juni, bukan menjadi halangan. Tak mau kalah berebut pagi dengan matahari, lima orang pemancing dari PT KPSI sudah bersiap di pelabuhan kelotok belakang Terminal Balikpapan Permai, Balikpapan. Alat pancing, umpan dan bekal makanan memang sudah disiapkan untuk perjalan sehari berburu ikan di perairan teluk Balikpapan.
Kapal kelotok warna putih biru, dengan mesin 16 PK yang disewa dengan harga tujuh ratus ribu rupiah sehari pun berangkat mengantar rombongan hingga ke mil 14, di sekitar rig (pengeboran minyak lepas pantai) PT Unocal, perjalanan selama satu setengah jam pun tidak terasa.
Ada satu cara jitu, jika anda pergi memancing dan tidak ingin pulang dengan tangan hampa. Sewalah motoris kapal yang menguasai tempat dan bisa membaca arus air laut. Umar, motoris kelotok yang kami sewa yang tinggal di belakang Terminal Balikpapan Permai sudang berpengalaman untuk urusan tersebut.
Memancing ikan di laut memang memerlukan keberuntungan. Tidak jarang seharian pergi melaut namun pulang tanpa hasil. Hal itu akan terjadi jika anda pergi memancing di tempat yang salah. Dan tidak bisa membaca arus air laut dan angin.
Tempat yang benar? Selain membaca arus air laut dan angin, Umar juga membawa rombongan pemancing PT KPSI yang terdiri dari Saya, Azat, Zakaria, Jamal dan Narto ke lokasi rumpon Jepang yang sudah lama dibuatnya. Rumpon tersebut terbuat dari puluhan ban mobil bekas yang diikat dengan sejumlah kayu, daun kelapa dan daun nipah-nipah yang diberi pemberat pasir dan ditenggelamkan didasar laut. Rumpon tersebut menjadi semacam rumah singgah bagi berbagai jenis ikan-ikan.
Lokasi rumpon sejauh 14 mil laut dari daratan Balikpapan tersebut dengan mudah ditemukan oleh Umar, dengan bantuan GPS (Global Positioning System), lokasinya memang telah ditandai. Bukan hal yang sulit bagi pemilik kapal untuk melepas jangkar dan mengapung untuk melempar pancing di lokasi rumpon yang banyak ikannya.
“Jangan sampai lepas, kalau lepas larian semua kakap merahnya,” pesan Umar. Benar juga, di rumpon tersebut 8 ekor ikan kakap merah ukuran besar berhasil kami peroleh. Masih ditambah puluhan ikan kuning. Perburuan yang mengasyikkan. Memancing dengan teknik handline yang kami pilih untuk berburu ikan. Teknik handline dengan pemberat yang lebih besar adalah teknik untuk mendapatkan ikan dasar laut.
Cukup dengan segulung senar nilon ukuran 100 lbs sepanjang 30 meter, diantara gili-gili ke pemberat senar sepanjang satu meter dengan senar ukuran 80 lbs. Mata pancing dipasang antara gili-gili dan pemberat, pilih mata pancing ukuran 9, ikatkan ke senar nilon ukuran 50 lbs. Kemudian pasang umpan. Pancing sudah siap dilempar kelaut. Tunggu dan rasakan hentakan saat umpan disambar ikan-ikan dasar laut. Jika sudah merasakan getaran umpan yang dimakan ikan, langsung tarik senar nilon dengan tangan anda.
Kombinasi ketepatan menarik senar nilon sangat menentukan. Sebab jika tidak, dengan cuma-cuma anda telah memberi makan ikan dan menggulung senar dengan mata pancing yang kosong melompong.
Puas mengangkat kakap merah, Rombongan pun bergeser ke rumpon yang lain.
“Mantab, oiii!!!” teriak Azat, “Kerapu, cuy!” senyum simpul terhias jelas sambil mengangkat ikan yang terkait mata pancingnya. Tangkapan yang sempurna, ikan kerapu sebesar betis orang dewasa berhasil diangkat setelah strike yang cukup melelahkan berhasil dimenangkan Azat.
Sebenarnya hari minggu itu, Umar dan Yusuf akan menambah rumpon lagi di sekitar rumpon yang ada. Dengan tujuan para pemancing yang menyewanya tidak kecewa dan pulang dengan hasil yang memuaskan. Namun kami sudah terlanjur menyewa kapal untuk pergi melaut. Perlu satu minggu untuk menunggu sebuah rumpon disinggahi ikan.
“Jika masih ingin menyewa kapal kami, tunggu satu minggu setelah rumpon dibuat untuk pergi melaut lagi,” pesan sang motoris saat kapal beranjak mendekati daratan Balikpapan. “Anda akan puas mengangkat pancing anda,” janji Umar.
Minggu petang, rombongan pemancing PT KPSI tiba di daratan, dan tentu saja senyum simpul menghias sepanjang jalan hingga sampai di rumah, karena pulang membawa ikan sekarung penuh. ***
Incoming search terms:
ikan kerapu merah, tempat mancing di laut kalimantan timur, jual gps ikan balikpapan, tim kakap merah, kapal kayu mancing, spot mancing di laut kaltim, teknik mancing kakap merah di rumpon, cara jitu mendapatkan ikan kakap merah di rumpon, tempat pemancingan di balikpapan penyewaan alat pancing, tempat pemesanan alat pemberat di balikpapan


June 25th, 2010 at 16:57
wuiih asyikk yaa mancing di laut, ikan kerapu kan mahal…..