Home » Gerbang Polri » Nasionalisme diantara Kenakalan Remaja dan Bahaya Narkoba

Nasionalisme diantara Kenakalan Remaja dan Bahaya Narkoba

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.Com) Upacara Bendera yang dilakukan setiap hari Senin oleh para pelajar di setiap sekolah, diyakini bisa menangkal paham yang menyimpang  serta menumbuhkan rasa nasionalisme.

Seperti yang terlihat pada pelajar SMPN 4 Long Ikis Kabupaten Paser. Sebanyak 135 pelajar di sekolah itu melakukan upacara bendera pada Senin (17/10), di halaman sekolah yang berada di Desa Tajur Kecamatan Long Ikis itu.

Aparat Kepolisian dari Polsek Long Ikis, juga turut hadir pada upacara bendera.
Kapolsek Long Ikis AKP Jumali hadir sebagai pembina upacara.

Selain diikuti para guru dan pelajar, upacara tersebut juga dihadiri Kepala
UPTD PSPD Dinas Pendidikan Kecamatan Longikis Drs. Genru dan Kepala Sekolah SMP4 Long Ikis Jauhari.

Dua Polwan dari Polsek Long Ikis, Bripda Dwi Nuraini dan Bripda Julia Alianti juga  turut melengkapi upacara di pagi yang cerah itu.

Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan yang diwakili Kapolsek Long Ikis AKP Jumali mengatakan upacara yang dilakukan para pelajar di setiap Senin itu dapat memupuk rasa nasionalisme kepada seluruh peserta upacara, khususnya pelajar.

“Agar para pelajar ditanamkan rasa nasionalismenya, penting upacara bendera setiap hari Senin,” kata Kapolsek Long Ikis AKP Jumali.

Upacara bendera setiap Senin lanjut Jumali, merupakan salah satu progam sekolah yang bertujuan untuk ketahanan sekolah.

“Masalah kenakalan remaja saat ini sangat memprihatinkan, banyak pelajar sudah menyalahgunakan narkoba,” kata Jumali.

Kenakalan remaja seperti balapan liar, tidak sedikit dikarenakan faktor penyalahgunaan narkotika oleh para pelajar.

Terpisah, Kasat Narkoba Polres Paser AKP Ahmad Tonangi membenarkan peredaran narkoba yang tengah marak di kalangan generasi muda saat ini.

“Memang banyak penyalahgunaan narkotika yang dilakukan pelajar saat ini. Sungguh fatal akibatnya bila para pelajar telah terjerumus pada narkoba,” kata Tonangi.

Untuk itu, lanjut Tonangi, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah di Kabupaten Paser akan bahaya narkoba.

“Kami terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, kepada para pelajar kalau narkoba sangat membahayakan dan mengancam nyawa. Sekali mencoba, setelah itu akan ketagihan selamanya,” ujar Tonangi.

Tonangi pun mengiyakan bahwa saat ini, inhalan dan jenis pelarut kimia lainnya marak disalahgunakan oleh kalangan remaja sebagai pengganti narkoba.

Inhalan ialah bahan kimia yang mengandungi bahan psikoaktif yang dihasilkan daripada pelarut organik dan bahan meruap seperti lem, Komik obat batuk, minuman oplosan, miras, byah Kecubung dan jenis narkoba lainnya.

“Memang marak pelajar ngelem saat ini. Ini sangat membahayakan. Dalam sosialisasi juga hal ini terus kami sampaikan kepada para pelajar. Peran orangtua pun sangat penting di sini,” kata Tonangi.

Meski upacara bendera tidak secara langsung memberantas kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar, setidaknya penghormatan bendera Merah Putih mengingatkan mereka akan sulitnya perjuangan para pahlawan menegakkan bendera Merah Putih ini bisa berkibar.

Jangan biarkan masa depan para pelajar yang akan menjadi pemimpin bangsa ini kelak di masa depan, hancur karena narkoba dan kenakalan mereka. (Jya)

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.