Home » Nelayan di Bontang, Kutim dan Berau Perlu Mesin Kapal

Nelayan di Bontang, Kutim dan Berau Perlu Mesin Kapal

Samarinda, Gerbangkaltim,-

Mayoritas warga baik di Bontang, Kutai Timur  maupun  Berau  mengeluhkan minimnya  perhatian dari pemerintah daerah.

Nelayan di tiga daerah, yakni Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur, dan Kabupaten Berau meminta bantuan mesin kapal  untuk melaut, karena kondisi mesinnya sudah tidak layak.

Hal tersebut merupakan hasil resap aspirasi masyarakat (reses) Anggota DPRD Kaltim Dapil IV,  H Gamalis, 17 – 22 April 2012 tadi.  Kepada  anggota Komisi III itu, warga  di Desa Pisang Pisangan,  Kecamatan Sambaliung,  Berau,  ratusan  nelayan  mengeluhkan mesin perahu yang sehari-hari digunakan  menangkap ikan,  yang kondisinya sudah tidak layak.

“Jangankan meningkatkan kesejahteraan, untuk makan sehari-hari saja masih sulit. Pasalnya, selain masalah cuaca,  mesin kapal sering mogok di tengah laut bahkan tidak sedikit yang sudah tidak bisa beroperasi karena faktor usia mesin,”  kata Gamalis.

Kondisi serupa dialami pula  nelayan  Berbas Pantai,  Bontang. Parahnya lagi kondisi tersebut diperparah mahalnya harga bahan bakar minyak serta sulitnya sarana dalam menjemur ikan hasil tangkapan untuk dijadikan ikan asin.

Letak geografis rumah yang berada tepat di atas laut dan sungai menjadi salah satu kendala, karena tidak adanya mesin kapal memadai dan sarana penjemuran ikan membuat para nelayan tidak mampu melaut cukup lama  dan membuat produksi ikan asin semakin sedikit.

Sedangkan di  Kutai timur selain persoalan serupa,  warga sangat mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang jauh dari ideal, baik di daerah Maloy, Sekurau hingga Ronggang. Kondisi ini membuat jarak tempuh antar daerah menjadi lebih lama.

Akibatnya, membuat para petani dan nelayan kesulitan dalam memasarkan hasil panen dan tangkapan ikan. Tidak jarang barang yang dikirim busuk ketika sampai tujuan,  disebabkan jarak waktu dan kondisi jalan yang saat ini sangat butuh perhatian serius.

“Kesulitan warga petani dan nelayan komplit, sudah harus menunggu berbulan-bulan  baru bisa panen,  malah ketika sampai di tempat tujuan pemasaran  banyak yang busuk, ini menambah penderitaan warga.  Belum ongkos transportasi yang lumayan mahal,” kata Sekretaris DPW PPP Kaltim tersebut.

Melihat berbagai kondisi dan aspirasi masyarakat tersebut, dia  berjanji  menyampaikannya kepada pemerintah baik di tinggkat kabupaten/kota hingga gubernur. Hal ini tidak lain mengingat mereka merupakan warga Kalimantan timur yang juga membutuhkan perhatian sebagaimana daerah perkotaan.

Anggota Banggar DPRD Kaltim itu menyebutkan pula akan memperjuangkannya sesuai dengan kewenangan  Dewan, di antaranya dengan membantu dalam anggaran hibah dan bansos APBD Kaltim di tahun-tahun mendatang. (adv/mir/foto: akbar pamungkas)

Check Also

Banjir Samarinda Ada Solusinya

#KaloRusmadiGubernurnya Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Rusmadi Wongso, mantan Kepala Bappeda, Sekdaprov Kaltim menjelang fajar menyingsing pemerintahannya di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.