Home » GerbangNews » NELAYAN KECEWA BONGKAR MUAT BATU BARA

NELAYAN KECEWA BONGKAR MUAT BATU BARA

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Perwakilan nelayan yang mengikuti pertemuan dengan perwakilan Perusahaan Bayan Group di Polres Balikpapan, mengaku kecewa. Karena aktifitas bongkar muat batu bara masih bisa berlangsung, meski telah ada aksi dari nelayan. Mereka berharap, selama adanya permasalahan yang belum tuntas, aktifitas bongkar muat bisa dihentikan sementara.

Puluhan nelayan yang mengikuti pertemuan dengan perwakilan Perusahaan Bayan Group yang difasilitasi Kapolres AKBP Wiwin Fitra dan Dandim 0605 Balikpapan  Letkol M Ilyas yang juga dihadiri Dinas Perikanan Pertanian Dan Peternakan (DP3) Balikpapan M Yusmianto serta Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan Jhonny Runggu Silalahi, berujung dengan kekecewaan nelayan.

Tuntuntan nelayan, agar kegiatan bongkar muat batu bara di kawasan tangkap nelayan tidak bisa direalisasikan. Sesuai dengan ketentuan, area kerja perusahaan bisa dilaksanakan diatas 6 mil laut.

Advokasi Jatam, Fatur mengatakan, pihaknya kecewa, karena selama permasalahan ini seharusnya ada semacam status quo, dimana kegiatan bongkar muat batu bara untuk sementara dihentikan. Namun kenyataannya hal tersebut tidak bisa dilakukan, karena terbentur aturan.

Sementara itu, salah seorang nelayan, Fadlan mengatakan, aksi yang dilakukan nelayan karena tidak ada tanggapan dari perusahaan tentang keluhanan mereka yang mengalami kerusakan alat tangkapnya, akibat ceceran/tumpahan batu bara di Teluk Balikpapan. “Adanya perrtemuan ini kami menunggu tindaklanjutnya yang akan dilakukan pemerintah,” ujar Fadlan berharap.

Seperti diketahui wilayah Teluk Balikpapan pernah tercemar dengan terpapar minyak mentah (crude oil) dan terbakar. Sehingga mencemari lingkungan sekitar, bahkan sempat memunahkan hewan peliharaan nelayan seperti kepiting, udang dan lainnya, termasuk hutan mangrove/bakau.

Belum lagi tuntas tragedi nasional yang juga menewaskan lima nelayan tradisional lokal ini, muncul lagi persoalan baru, yakni bongkar-muat batu hitam alias batu bara yang dianggap mengganggu sejumlah nelayan. Soal kasus tumpahan minyak ini, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan jajarannya, dalam hal ini Polda Kaltim, untuk menangkap siapapun yang terlibat. (hm/sh)

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.