Home » GerbangNews » Oil Boom Kurung Tumpahan Minyak

Oil Boom Kurung Tumpahan Minyak

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Melubernya bekas tumpahan minyak yang dianggap mengkhawatirkan, PT Pertamina RU V Balikpapan, mengerahkan 4 unit kapal tunda Fire Rescue untuk menarik 2 unit oil boom untuk melokalisir atau mengurung tumpahan minyak di permukaan laut Teluk Balikpapan dan sekitarnya.

Oil boom adalah peralatan yang digunakan untuk melokalisir atau mengurung tumpahan minyak di air. Penggunaan oil boom merupakan tindakan pertama yang dilakukan ketika terjadi kecelakaan tumpahan minyak. Oil boom berfungsi melokalisir dan mencegah minyak agar tidak menyebar dan mencemari area yang lebih luas.

Minyak yang sudah “terperangkap” atau terkurung disedot ke bagian penampungan di dalam kapal untuk kemudian dimasukan ke lokasi pembuangan B3,  milik Pertamina Balikpapan. Langkah ini cukup efektif. Minyak yang mengambang agak bekurang.

Senentara itu, Plt Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, pembersihan ceceran atau tumpuhan minyak tidak hanya dilakukan di darat saja, tapi juga di laut dengan menggunakan oil boom oil. “Sesuai kesepakatan dengan Pertamina, tumpahan minyak di Teluk Balikpapan ini  dalam waktu 4 hari sudah bisa bersih,” kata Rahmad.

Selain Pertamina menurun alat andalannya, kurang lebih 400 mahasiswa STT Migas berpartisipasi bersihkan ceceran minyak mentah di sekitar kawasan Balikpapan Center. Kegiatan ini merupakan kepedulian Stt Migas terhadap pencemaran lingkungan. Dalam kegiatan ini, sebanyak 200 kantong minyak berhasil dikumpulkan.

Sebanyak 400 mahasiswa STT Migas dari semester satu  hingga  akhir melakukan aksi bersih pantai dari ceceran tumpahan minyak mentah. Kegiatan dua hari ini merupakan salah satu kepeduliannya terhadap pencemaran lingkungan.

“Pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak ini tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan tapi juga mengganggu habitat flora dan fauna serta mengganggu masyarakat banyak. Ini perlu ditangani segera.

Sementara itu Kepala Laboratorium STT Migas Balikpapan, Subagyo mengatakan, aksi ini bertujuan untuk meminimalisir bencana lingkungan yang terjadi. Saat air pasang, cecerannya bergeser ke laut. Namun saat surut akan kembali ke pantai. Jika itu terjadi lagi akan dibersihkan lagi,” ujar Delia.

“Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari PT Pertamina RU V dan MOR VI Balikpapan dengan memberikan peralatan untuk mengambil ceceran minyak seperti kantong plastik dan sarung tangan,” Kata Kepala Lab STT Migas Balikpapan, Subagyo. (hm/sh)

Check Also

Manggar Jadi Perkebunan dan Beternak

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Calon wakil gubernur (cawagub) Kalimantan Timur (Kaltim) Safaruddin memprediksi, kawasan Manggar, Balikpapan Timur, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *