Home » GerbangNews » Panitia Zakat Fitrah Tunggu Pembayar Zakat hingga Malam Hari
Salah satu tempat penerimaan dan penyaluran zakat di pelataran Masjid At-Taqwa Balikpapan.(foto: tw/gk)

Panitia Zakat Fitrah Tunggu Pembayar Zakat hingga Malam Hari

GERBANGKALTIM.Com, Balikpapan, – Pada malam menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam warga kota Balikpapan banyak yang melaksanakan kewajiban membayar zakat fitrah dengan mendatangi masjid-masjid, Sabtu (24/6/2017).

Seperti yang tampak di pelataran Masjid At-Taqwa, Jl. Jenderal Sudirman Balikpapan, panitia penerima zakat fitra tampak sibuk melayani warga yang datang untuk membayar zakatnya. Sebagian besar tidak membawa beras sendiri, melainkan dengan cara membeli beras kepada panitia, dan barulah dibayarkan beras tersebut sesuai jumlah kewajiban zakatnya.

Kesibukan panitia zakat, masih belanjut dengan tugas untuk membagi-bagikan kepada yang wajib menerima zakat. Zakat fitrah harus sudah diserahkan kepada fakir miskin paling akhir pada pagi hari sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Sementara itu, pemandangan serupa juga tampak di masjid kampung-kampung. Bahkan panitia zakat masih memberikan kesempatan kepada umat Islam yang ingin membayar zakatnya hingga pukul 00.00 Wita. Sementara beberapa panitia zakat fitra di beberapa masjid tampak sudah menyelesaikan penerimaan dan penyaluran zakat sehari sebelumnya.

Pada tahun ini, besaran zakat fitrah untuk kota Balikpapan ditetapkan setiap jiwa 3 kilogram beras. Seperti yang dilansir Balikpapan.go.id (Kamis, 25/6/2017) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan mengeluarkan fatwa terbaru terkait pelaksanaan Zakat Fitrah Tahun 1438 Hijriah. Melalui Keputusan Fatwa MUI Kota Balikpapan Nomor 3 Tahun 2017 menyatakan bahwa kadar zakat fitrah di wilayah Kota Balikpapan untuk tahun 1438 Hijriah bagi setiap jiwa adalah 3 kilogram beras yang dikonsumsi sehari-hari.

Penetapan ini berdasarkan kajian dari Komisi Fatwa MUI Kota Balikpapan dengan memperhatikan penafsiran para ulama terhadap hadist tentang kadar zakat fitrah adalah sebesar satu sha’ (1 sha=4 mud) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2,9 Kg makanan pokok, yakni berupa tepung, kurma, gandum, aqith, atau yang biasa dikonsumsi daerah yang bersangkutan (Mazhab Syafi’I dan Maliki).

Sedangkan tata cara pelaksanaan zakat fitrah, yaitu (1) Pada malam hari Idul Fitri, setiap orang islam mempersiapkan diri untuk membayar zakat fitrah baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya, (2) zakat fitrah yang wajib dibayarkan oleh setiap orang adalah bahan makanan pokok sebanyak 3 kg, (3) Beras yang dipergunakan adalah beras yang kualitasnya sama atau lebih baik dari yang dikonsumsi sehari-hari, (4) Zakat fitrah harus sudah diserahkan kepada fakir miskin paling akhir pada pagi hari sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri, (5) Jika zakat fitrah diserahkan kepada Panitia Amil, maka lembaga tersebut harus bertanggungjawab mengantarkan zakat fitrah langsung kepada mustahiq.

Adapun hikmah dan manfaat zakat fitrah yang dijelaskan dalam keputusan ini yaitu (1) Membersihkan jiwa manusia dari berbagai sifat yang kurang baik seperti sombong, angkuh, kikir, dan pelit, (2) Menghilangkan kesedihan kaum fakir miskin, dan (3) Mewujudkan rasa persamaan antara orang kaya dan orang miskin dan antara orang-orang yang terkemuka dengan dhuafa karena mereka membayar zakat fitrah dengan kadar yang sama.(tw/*)

Check Also

Safaruddin, Jalan Provinsi Harusnya Mulus

Muara Komam, GERBANGKALTIM,- Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *