Home » GerbangNews » Pemkab Paser Akan Sewa 40 Kendaraan Dinas
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Paser Aji Sayid Fathur Rahman

Pemkab Paser Akan Sewa 40 Kendaraan Dinas

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser akan menyewa 40 mobil dinas untuk menunjang operasional Apratur Sipil Negeri (ASN) di daerah itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aji Sayid Fathur Rahman mengatakan, sebanyak 40 mobil dinas disewa dari pihak ketiga, untuk keperluan operasional para ASN eselon II dan III.

“Rencananya Pemkab Paser akan menyewa 40 mobil dinas untuk keperluan operasional pejabat eselon II dan eselon III tahun 2018” kata Fathur Rahman di Tanah Grogot, Selasa (5/8).

Rencana itu kata Fathur Rahman dilakukan mengingat mobil kendaraan operasional sejumlah ASN eselon II dan eselon III tidak lagi bisa digunakan.

“Karena kendaraan yang digunakan sekarang sudah rusak dan tidak bisa digunakan,” kata Fathur Rahman.

Pada tahun 2018 kata Fathur Rahman, Pemkab Paser tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membeli 40 mobil dinas tersebut. Sedangkan 40 kendaraan itu menurutnya penting untuk menunjang tugas ASN.

“Untuk kendaraan 40 unit, yang apabila dipenuhi dengan membeli mobil baru, kita tidak tersedia anggaran. Kalau kita ingin secepatnya menyediakan kendaraan operasional, di kantor, maka pilihannya adalah dengan menyewa, dengan kondisi anggaran daerah yang terbatas saat ini,” kata Fathur Rahman.

Fathur Rahman menilai, bila Pemkab harus membeli mobil dinas baru, maka akan ada biaya perawatan kendaraan.

Hal itu menurutnya justru akan menambah beban anggaran baru bagi pemerintah. Belum lagi setiap tahun kondisi fisik kendaraan menurun dan cenderung rusak, dan jika dijual pun harganya akan jatuh dari harga sebelumnya.

“Kalau kita belanja modal, kita akan berat di pemeliharaan. Dan pada akhirnya di tahun ke lima mobil itu digunakan, kedaraan itu juga pada akhirnya itu rusak dan sebagainya. Kalau kita jual juga harganya jatuh,” kata Fathur Rahman.

Untuk menyewa 40 kendaraan dinas, diasumsikan Pemkab membutuhkan anggaran sebesar Rp.3 Milyar per tahun, termasuk biaya perawatan dari pihak ketiga. Sedangkan bila Pemkab membeli mobil baru, diasumsikan membutuhkan dana sebesar Rp.8 Milyar.

“Asumsi penghematan anggaran daerah, kalau ktia beli 40 unit dengan asumsi harga mobil 200 juta, sekitar 8 Milyar. Sementara kita tidak punya sebanyak itu. Tapi kalau kita dengan menyewa setahun, kita punya dana terbatas yakni sekitar 2-3 Milyar dapat memenuhi itu,” pungkas Fathur Rahman.(Jya)

Check Also

Kodim Grogot Inisiasi Pembentukan Posko Terpadu Karhutla 

Kodim 0904 Tanah Grogot menginisiasi pembentukan posko terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *