Home » GerbangNews » Pemkot Balikpapan Protes Kementrian ESDM dan NK Kontraktor Jargas
Jalan di yang dilalui oleh proyek Jargas di Balikpapan. (foto: tw/gk)

Pemkot Balikpapan Protes Kementrian ESDM dan NK Kontraktor Jargas

GERBANGKALTIM.COM, Balikpapan.– Melihat bekas kerja penggalian untuk saluran gas belum tuntas pengembaliannya oleh perusahaan kontraktor PT Nindya Karya (NK) pada sebagian sisi jalan Sumberejo, Karang Jati dan Karang Rejo Balikpapan Tengah, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) melayangkan protes keras kepada Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT NK, selaku penanggungjawab dan perusahaan kontraktor Jaringan Gas (Jargas) di Balikpapan.

Protes keras terhadap Kementrian ESDM dan perusahaan NK itu, karena galian bekas jargas masih banyak meninggalkan bekas lubang/galian. Padahal sebelumnya, perusahaan kontraktor berjanji akan mengembalikan keadaan jalan seperti semula.

Protes ini dilayangkan Pemkot Balikpapan, karena belum juga ada upaya perbaikan yang dilakukan perusahaan “plat merah” ini terhadap lubang di kawasan Kelurahan Karang Rejo, Sumber Rejo dan Karang Jati/Karang Jawa yang merupakan wilayah pilot projek pengembagan jargas.

Terkait dengan kasus tersebut, Pemkot Balikpapan melalui Asisten Dua Sekot Balikpapan, Sri Soetantinah, sudah mengirimkan foto-foto kerusakan akibat galian jargas tersebut ke salah satu Dirjen Kementrian ESDM, selaku penanggung jawab jargas dan Dirut PT Nindya Karya Jakarta, selaku kontraktor.

Sri Soetantinah menegaskan, Pemkot Balikpapan sudah menyampaikan protes keras ke Kementrian ESDM dan PT NK terkait galian jargas yang tidak kunjung diperbaiki. Bahkan, pemkot akan membuat laporan tertulis.

“Dirut PT NK juga menyatakan akan segera memanggil manager yang ada di Balikpapan, dan akan melakukan perbaikan galian, meski laporan tertulis belum disamapikan ke Kementrian ESDM dan PT NK,” ujar Tantin, panggilan akrab Soetantinah.

Dari ketiga lokasi yang dijadikan pilot proyek itu, sebagian warganya ada yang sudah memanfaatkan gas dari Pertamina. Salah satunya warga Karang Jati/Karang Jawa.

Menurut mereka, terwujudnya jaringan gas antar rumah cukup memudahkan, karena tidak perlu lagi susah-sudah mencari/membeli gas “kiloan”, tiga maupun 12 kilogram. “Tapi, saya belum paham bagaimana hitung-hitungannya. Waktu itu, Saya bayar 170 ribu lebih. Pakainya hampir dua bulan,” ungkap Susan.

Sementara itu, sisi sebagian jalan yang terkena proyek jargas masih ada yang berantakan. Sebenarnya, bekas galian itu sebelumnya sudah tertutup, namun sepertinya kurang padat, sehingga kembali berlubang dan akibatnya mengganggu dan menyulitkan pengguna jalan.

Memprihatinkan lagi, kondisi ini terkesan dibiar-biarkan dan lubang demi lubang perlahan melebar, sehingga permukaan tanah sisi jalan terangkat atau lebih tinggi dari awalnya. Keberadaan ini yang membuat Pemkot Balikpapan gerah dan terpaksa melayangkan protes kepada Kementrian ESDM dan PT Nindya Karya.(mh/ss)

Check Also

Kebakaran di Padat Karya Hanguskan Enam Kontrakan

Tana Paser, GERBANGKALTIM.COM – Kebakaran pada Kamis (21/6) subuh menghanguskan enam kontrakan di Jalan Sultan Iskandar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.