Home » Gerbang Polri » Penculikan Anak: Subdit Renata dan Jatanras Polda Kaltim Tangkap “Suami”
Tersangka penculikan ketika diamankan jajaran Subdit Renata dan Jatanras Polda Kaltim di daerah Palaran, Samarinda.(foto: Poldakaltim.com)

Penculikan Anak: Subdit Renata dan Jatanras Polda Kaltim Tangkap “Suami”

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com,– Jajaran polwan yang tergabung dalam Subdit Renata (Remaja, Anak dan Wanita) bersama Jatanras Direktorat Rekrimum (Reserse Kriminal Umum) Polda Kaltim akhirnya menangkap “suami” bernisial  AY alias D pada Minggu (5/3/2017) yang diduga membawa lari Hn (2,5) balita perempuan yang diakui sebagai anaknya, selama tiga bulan.

Tersangka AY ditangkap ketika berada di tempat kosnya di Jalan Trikora Kelurahan Simpang, Kecamatan Palaran Kota Samarinda, Kaltim, Minggu sekitar pukul 15.30 Wita. Penangkapan tersangka oleh tim Subdit Renata dan Jatanras Polda Kaltim itu dipimpin langsung oleh AKP Arman, dan membawa tersangka ke Mapolda Kaltim, di Balikpapan, Minggu petang.

“Beberapa polwan di subdit Renata melakukan penyamaran dan  bersama tim Jatanras Polda Kaltim berhasil menangkap tersangka pada Minggu (5/3/2017) sekitar pukul 15.30 Wita di daerah Palaran, Samarinda,” kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana didampingi Direktur Reskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Winston Tommy Watuliu.

Dijelaskannya, tersangka AY ditangkap berdasarkan laporan dari ibu kandung korban (HN) yang melaporkan bahwa anaknya yang masih berusia 2,5 tahun dibawa lari oleh tersangka pada 18 Desember 2017. Kasusnya baru dilaporkan satu bulan kemudian ke Polda Kaltim yakni pada 18 Januari 2017. Jajaran Polda Kaltim membentuk tim dari Subdit Renata dan Jatanras langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka.

“Tim sempat melakukan pengejaran hingga ke Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Jatim pada 13 Februari 2017 lalu, namun tersangka belum berhasil ditangkap.  Barulah pada 1 Maret lalu ada informasi tersangka masuk Kaltim, dan setelah dilakukan penyelidikan ternyata memang benar tersangka berada di Samarinda.

Saat diinterogasi petugas, tersangka AY mengatakan korban Hn merupakan darah dagingnya, hasil hubungan dengan pelapor (ibu korban) yang bekerja di bagian farmasi di sebuah rumah sakit di Samarinda. Hanya saja, hubungannya itu tidak pernah diresmikan dalam ikatan perkawinan yang sah.

“Motif tersangka membawa lari karena ingin menunjukkan sang anak kepada ibu tersangka di Madura, dan selama pelarian ini, korban dirawat oleh ibu tersangka yang juga sebagai nenek korban,” jelas Ade Yaya.

Akibat kasus ini, tersangka mantan pegawai perusahaan listrik di Samarinda Seberang itu dilaporkan berasarkan kasus penculikan anak di bawah umur, yakni pasal 330 ayat (1) KUHP dan atau pasal 331 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun.

Kronologi Penculikan

Kronologi  penculikan anak ini bermula ketika ibu korban (HS) didatangai oleh tersangka ketika berada di dapur rumahnya di kawasan Perum Gemilang Rapak Dalam, Loa Janan Ilir, pada 18 Desember 2016 pagi. Tersangka kemudian minta izin kepada nenek korban untuk mengajak korban dengan alasan membeli makanan di sekitar perumahan, namun tidak pamit kepada ibu korban.

Hingga pukul 13.00 Wita, korban dan tersangka belum kembali, sehingga ibu korban kemudian menghubungi HP tersangka namun tidak diangkat, dan dilanjutkan dengan mengirim SMS. Tersangka menjawab, bahwa korban masih tidur dan belum bisa dibawa pulang.

Ibu korban terus menghubungi pelaku agar mengembalikan sang buah hatinya, namun selalu dijawab dengan berbagai alasan. Esok harinya, ketika ditelepon lagi, tersangka memberitahu bahwa anaknya (korban) dititipkan ke pamannya di kawasan Pampang, Samarinda Utara, tetapi setelah dicari ternyata tidak ada.

Ibu korban lantas mencari keberadaan tersangka di tempat kerja tersangka yakni perusahaan listrik, di kawasan Samarinda Seberang, dan menemui atasan tersangka. Tetapi, tersangka ternyata hampir sebulan lalu sudah keluar dan tidak lagi bekerja. Karena lelah mencari ke mana-mana tidak berhasil, akhirnya ibu korban dan nenek korban melaporkan kasus ini ke SPKT Polda Kaltim, di Balikpapan.

Sumber: Humas Polda Kaltim/www.poldakaltim.com

Check Also

BNNK BALIKPAPAN PERINGATI HANI 2018

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Setelah tertunda, pelaksanaan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018 ru bisa dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.