Home » Alkes RSUD Tenggarong Belum Dianggarkan

Alkes RSUD Tenggarong Belum Dianggarkan

CEK MAKET: Dipimpin Wakil Ketua Aji Sofyan Alex (3 kanan), sejumlah Anggota Komisi Gabungan DPRD Kaltim mengamati maket RSUD Tenggarong dalam rangka cross check LKPj Gubernur Kaltim soal pelaksanaan APBD 2012. (foto adhi abdian)

TENGGARONG, GERBANGKALTIM.COM— Pengerjaan proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kukar yang berlokasi di Kecamatan Tenggarong Seberang menjadi salah satu proyek daerah yang disambangi oleh Tim Komisi Gabungan DPRD Kaltim dalam rangka cross check Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kaltim mengenai pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2012.

Pembangunan rumah sakit type B yang pengerjaanya dilakukan PT Nindya Citra Pandu (KSO) dan PT Bikonar Perdana sudah selesai sejak Desember 2012.
Rumah sakit yang dibangun dengan dana Rp 308 miliar ini terdiri atas 4 gedung utama, dengan fungsi masing-masing. Seperti gedung pertama yang terdiri dari  ruangan administrasi, poliklinik, ruang tunggu, ruang pendidikan dan administrasi rawat jalan.
Sementara gedung kedua lebih difungsikan sebagai fasilitas pendukung seperti adanya ATM center, minimarket, roof garden serta ruang staf pelayanan medis dan direktur umum.
Di gedung ketiga berderet berbagai macam laboratorium dari mulai radio terapi, X ray, CT scan, endoscopy dan hemophilia.
Serta gedung terakhir yang merupakan fasilitas rawat inap dan dapat menampung 366 tempat tidur serta dilengkapi ruang untuk fasilitas VIP dan VVIP.
Sempat muncul kekhawatiran saat gedung megah itu terancam tak bisa difungsikan tahun ini, karena alat kesehatan (alkes) di RSUD tersebut tidak mendapat alokasi anggaran oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Kukar.
“Ini yang harus jadi perhatian bersama, gedung sebaik dan semegah ini harusnya cepat difungsikan mengingat kebutuhan kesehatan warga Tenggarong dan wilayah sekitarnya terus meninggi. DPRD Kaltim tentu tak akan tinggal diam dan akan mendukung pendanaan alkes RSUD ini,” ungkap Encik Widiyani, satu dari sejumlah anggota Komisi Gabungan.
Encik justru berharap dengan memaksimalkan fungsi RSUD Tenggarong, pemerataan layanan kesehatan di Kaltim bisa lebih variatif. Tentu saja dia berharap niat baik DPRD mendukung pendanaan alkes-nya diimbangi dengan persiapan SDM yang professional.
“Tenggarong pernah punya sejarah manis soal kualitas layanan kesehatan. Nah, itulah yang harus dibangun lagi,” harapnya.
Senada dengan Encik, Syaparuddin, sekretaris Komisi I DPRD Kaltim berharap perjuangan bantuan dana alkes bisa lebih cepat diperjuangkan. “Saya dengar jumlahnya mencapai ratusan miliar. Jumlah yang besar jika harus diperjuangkan di APBD-P. Kita lihat saja bagaimana semua pihak terkait bergerak bersama memperjuangkan anggaran ini. Yang pasti DPRD Kaltim akan sangat mendukungnya,” papar Syaparuddin. (adv/dhi/met)
Sumber: Tim Media DPRD Kaltim

Check Also

PENJUAL IKAN BAKU TIKAM

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Dua penjual ikan di Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin dan Mustamin, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *