Home » Penyelundupan Heroin 5,2 Kg Digagalkan Bea Cukai di Sepinggan

Penyelundupan Heroin 5,2 Kg Digagalkan Bea Cukai di Sepinggan

Balikpapan, Gerbangkaltim,-

Penyelundupan heroin sebanyak 5,2 kilogram di Bandara Sepinggan Balikpapan digagalkan petugas Bea Cukai Kanwil Kalimantan Bagian Timur dan Kantor Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan.  Petugas selain menyita barang bukti heroin senilai Rp10,4 miliar, juga dua orang yang diduga penyelundup barang haram ini dari Malaysia.

Menurut Kepala Kanwil DKBC Kalbangtim Oentoro Wibowo dalam jumpa pers Senin sore di Balikpapan, kasus tersebut berhasil diungkap berkat hasil analisis intelijen atas pengambangan analisa profiling penumpang dari luar negeri yang masuk melalui Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, dan bekerjasama dengan Tim Narkotika Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

“Hasil pengawasan terhadap penumpang pesawat Air Asia nomor penerbangan AK 1330 kepadapan narkotika yang diduga heroin sebanyak 10 bungkus dengan berat 5,2 kilogram. Heroin dibawa seorang penumpang laki-laki berinisial TMJ warga Negara Indonesia yang diduga sebagai kurir. Hasil pengembangan, kami juga menangkap seorang wanita beralamat di Ciputat Tangerang Banten berinisial DN, seorang warga keturunan,” ujarnya.

Dijelaskan, modus operandi penyelundupan narkotika tersebut yaitu7 dibawa oleh tersangka TMJ yang masih berusia 17 tahun, dengan cara menyembunyikan 10 bungkus herioin ke dalam lapisan sisi dalam pengemas suku cadang kendaraan bermotor berupa gasket atau packing.

“Ini merupakan tangkapan kami yang kedua dalam tahun 2012, setelah sebelumnya seorang warga Malaysia menyelundupkan sabu-sabu juga menumpang pesawat Air Asia dari Malaysia ke Balikpapan,” katanya.

Kedua tersangka TMJ dan DN dijeras pasal 102 huruf (e)/jo. Pasal 103 huruf © UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dan Undang-undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009 pasal 112 ayat 2 dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8 miliar ditambah sepertiga.

“Tersangka dan barang bukti selanjutnya kami serahkan kepada Polda Kaltim untuk penanganan dan pengembangan lebih lanjut,” katanya.(tri)

Check Also

Safaruddin, Jalan Provinsi Harusnya Mulus

Muara Komam, GERBANGKALTIM,- Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *