Home » GerbangNews » Penyidik Terlalu Cepat Tetapkan “P” Tersangka

Penyidik Terlalu Cepat Tetapkan “P” Tersangka

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- tim penasehat hukum tersangka “P”, menilai Penyidik Polda Kalimantan Timur (Kaltim) terlalu cepat alias terburu-buru dalam menetapkan kliennya sebagai tersangka dalam dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Tergesa-gesanya penyidik, menurut pengacara Agus Amrie,  Sudha Srishal Sawil dan rekan, karena barang bukti permulaannya dianggap masih belum cukup. Untuk itulah, tim penasehat hukum mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya. Menurutnya, untuk menentapkan seseorang sebagai tersangka harus ada bukti permulaan yang cukup.

Bukti permulaan yang dimaksud adalah foto. Berdasarkan hasil analisis tim penasehat hukum, foto yang dimaksud tersebut adalah hasil editan, sehingga tidak bisa dikatakan sebagai bukti permulaan yang cukup. Penasehat hukum “P”, Sudha Srishal Sawil, mengatakan pihaknya tetap akan memperjuangkan hak-hak kliennya. Polisi dalam hal  ini penyidik dinilai terburu-buru dalam menetapkan “P” sebagai tersangka dengan bukti yang tidak cukup. Saat ini pihaknya masih berupaya untuk melakukan penangguhan penahanan terhadap tersangka.

“Mengapa kasus yang terjadi di tahun 2012 ini, tiba-tiba mencuat di tahun 2017? Siapa sebenarnya yang memainkan kasus ini dan apa maksud serta tujuannya? Polisi juga harus jeli melihat permasalahan ini,” ujar Sudha Srishal Sawil, mempertanyakan terangkatnya kasus kekerasan terhadap anak yang menjerat kliennya.

Terkait kasus ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, memastikan pelaku kasus kekerasan seksual yang dilakukan “P”, bukan tidak mungkin akan berlanjut ke meja hijau alias berlanjut ke pengadilan. Kemen PPPA juga akan memberikan pendampingan kepada para korban.

Kementerian PPPA memastikan akan mengawal kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan  seorang fasilitator organisasi anak di Balikpapan tersebut. Dalam kasus ini, korban-korbannya merupakan anggota organisasi anak yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia,   diantaranya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).  Pelaku saat ini telah diamankan Polda Kaltim bekerja sama dengan Polda Provinsi DIY.

Kasus “P” ini bisa terjadi dimana saja.  Untuk itu, Kementerian PPPA telah menginisiasi Pengembangan Program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), yaitu menciptakan lingkungan yang aman untuk tumbuh kembang anak,  baik dengan meningkatkan elastisitas anak itu sendiri agar mampu melindungi dirinya.

Sementara itu, kendati “P” diproses hukum, namun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) Muhaimin, secara tegas menyatakan  organisasi Green Generation (GG) Balikpapan, akan terus  melakukan aktivitasnya, meski  sang ketua tersandung  kasus dugaan pencabulan. (hm/sh)

 

Check Also

Kabel FO Telkom Grogot Tertabrak Truk, Ganggu 7 Tower Telkomsel

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Kabel Fyber Optik (FO) udara milik TelkomTanah Grogot pada Rabu (17/1) malam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *