Home » Parlementaria » DPRD Balikpapan » Perbaikan Pasar Pandansari Terbakar 2016

Perbaikan Pasar Pandansari Terbakar 2016

Balikpapan, GERBANGKALTIM.com—Komisi II DPRD kota meminta agar Dinas Pasar segera menuntaskan persoalan TPS Pandasari yang masih diributkan antar pedagang.

Komisi II meminta penyelesaian TPS dapat dituntaskan dengan cara musyarakat, damai dan tertib.

Ketua Komisi II DPRD kota Abdul Yajid mengatakan pedagang juga harus mematuhi kesepatan bersama yang dituangkan dalam berita acara. “ Mereka yang dapat lapak TPS adalah mereka yang pedagang aktif. Saya kira kesepakatan itu sudah berjalan dengan baik tinggal diselesaian yang ada ini,” ujarnya disela-sela peninjau pasar dan TPS bersama Sekretaris Komisi II Andi Walinono dan anggota Usman Daming, Rabu (29/7/2015).

“ Kami juga sampaikan agar persoala itu dibicarakan dengan kepala dinas agar diambil jalan keluar terbaik.  Salah satunya kalau yang sudah dapat,untuk keadilan jangan ngambil lagi dong,” sambungnya.

Menurutnya bagi pedagang yang belum dapat dan memang ada hak untuk TPS itu sebaiknya diakomodir. “ kayak bu Naini yang waktu itu datang ke dewan dia lapor belum dapat tapi lapaknya terbakar. Nah ini perlu dipertimbangkan untuk dapat,” tuturnya.

Komisi II juga menyoroti persoalan penumpakan sampah di sekitar pasar yang ternyata bukan hanya berasal dari dalam pasar tapi juga dari luar pasar yang dibuang kedalam pasar. “Kendalanya kami lihat ada tempat sampah yang menumpuk tapi akses ngak ada karena buat PKL. Ini harus tertibkan,” ujarnya.

Yajid yang juga politisi PDI Perjuangan ini mengatakan persoalan pasar Pandasari akan terurai baik, jika saja pembangunan perbaikan pasar yang terbakar ini dapat segera  direalisasaikan pada 2016 mendatang.

“ Perbaikan tahun 2016. Kami sekarang ini lagi membahas KUAPPS 2016. Itu nanti kelihatan anggaran berapa apakah di dinas pasar atau di PU. Nanti kita acek komisi  yang bermitra. Ini sudah didepan pembahasan kok insyallah tinggal eksekusi saja untuk  2016,” terangnya.

Pembangunan pasar ini katanya disesuaikan dengan kearifan lokal dan kebutuhan  dilapangan dengan tidak meninggalkan estetika pasar.

“ Jadi pada saat konsultan datang kasih masukan. Ini sebaiknya begini. Konsultan pasti punya pertimbangan. Kalau itu bisa dilaksanakan pasti bisa dilaksanakan. Kemudian ada permintaan escalator. Itu lokasi disesuaikan dan dioptimalkan agar lantai I sampai III itu produktif. Jangan hanya lantai I atau II. jangan jadi mubazir,” pungkasnya. (rif/fey-Gk)

Check Also

Kodam VI/Mlw Tambah 12 Pos di Perbatasan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kodam VI/Mulawarman akan menambah 12 pos dari 40 perbatasan yang sudah ada di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.