Home » GerbangNews » Perusak Fasilitas Rudenim Terancam di Bui
Salah satu sudut lokasi Rudenim Balikpapan.

Perusak Fasilitas Rudenim Terancam di Bui

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Perusak fasilitas Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim)  Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), terancam akan dipenjarakan alias masuk bui. Karena dari sekian penghuni fasilitas negara itu, ada yang nekat memporakporandakan atau merusak barang-barang yang semestinya harus dijaga dan dirawat dengan baik.

Dari hasil investigasi petugas, tujuh hingga delapan orang diantaranya diduga kuat sebagai provokator sehingga terjadi huru-hara, kekacauan di dalam Rudenim dan nekat melakukan perusakan sarana prasarana (sapras) milik negara. Yang pasti bukan milij pribadinya.

Akibat perbuatan tidak senonoh ini, pihak berwenang akan mengusut tuntas kasusnya. Jika terbukti, tidak segan-segan mereka yang terlibat akan diajukan ke meja hijau dan apabila terbukti akan dipenjarakan sesuai aturan yang berlaku.

Berapa lama para perusak itu akan dijatuhi hukuman? Yang pasti pihak Rudenim Balikpapan sudah melaporkan 7 hingga Warga Negara Asing (WNA) asal Afganistan  ke kepolisian setempat. Sementara ini, mereka  diduga sebagai provokator kerusuhan di dalam Rudenim yang berakhir terjadinya perusakan fasilitas negara di dalam Rudenim.

Kericuhan ini sendiri terjadi sebagai akibat ketidaksabaran para imigran menunggu proses pemindahan mereka ke Rudenim yang memiliki community house. Aksi protes yang dilakukan ratusan imigran penghuni rudenim itu  menuntut diberikan kebebasan. Alasannya, sejak 4 tahun belum ada kejelasan proses pemindahan atau suaka politik yang mereka ajukan. Hal ini berujung pada perusakan fasilitas milik negara.

Pihak Rudenim menaksir kerugian akibat pengrusakan ini mencapai 150 juta rupiah lebih,  karena kerusakan meliputi 27 CCTV, televisi,  kerusakan pagar tembok yang dicoret-coret dan kerusakan lainnya. Untuk itu, Rudenim sudah membuat laporan ke polisi tentang aksi pengrusakan tersebut terhadap 2-8 orang imigran dari 20 orang yang diduga sebagai provokator aksi.

Rencananya, sejumlah penghuni fasilitas negara itu akan dipindahkan. Namun, belum terlaksana dan akhirnya membuat keributan dan berjung dengan perusakan-perusakan fasiltitas yang ada. Rencana pemindahan tahap awal  sekitar 44 penghuni.

Kemudian menyusul 31 orang dan dua orang lagi, sehingga jumlahnya 77 orang yang akan dipindahkan. Para imigran ini rencananya akan dipindahkan ke Makasar,  Batam,  Tanjung Pinang dan Jakarta.

“Awal 2017 lalu, jumlah penghuni Rudenim Balikpapan sebanyak 300 orang. Mayoritas dari Afganistan. Sebagian kecil dari Iran dan Somalia.  saat ini jumlahnya ada  149 jiwa,” terang Kepala Rudenim Balikpapan, Muhammad Irham Anwar. Kejadian tidak terpuji itu sangat disayangkan, karena fasiltitas yang disediakan untuk keperluan para penghuni sepenuhnya. (hm/sh)

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.