Home » Gerbang Grenn » Pesut Mahakam: Terperangkap  2 Minggu di Kota Bangun, Terpantau Hamil
Lokasi pesut mahakam di Kota Bangun seperti terpantau oleh Google Maps. Insert: ilustrasi warga dengan pesut yang diambil tahun 2014 (sumber anonim, https://blogs.uajy.ac.id)

Pesut Mahakam: Terperangkap  2 Minggu di Kota Bangun, Terpantau Hamil

Inibalikpapan, BALIKPAPAN,—– Kabar gembira disampaikan oleh peneliti Danielle Kreb, dari Rare Aquatic Species Indonesia (RASI) yang menyatakan bahwa salah satu pesut Mahakam yang terjebak di rawa-rawa di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,  terpantau hamil, Jumat (24/2/2017)

Danielle Kreb menjelaskan, satu dari dua pesut (Orcaella brevirostris), mamalia air yang terperangkap di rawa-rawa di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, terlihat gemuk pada perut dan adanya lipatan lemak, pertanda sedang hamil.

“Sangat menyenangkan, karena kehamilan itu memberikan harapan akan populasi pesut masih bisa bertahan di tengah ancaman atas keberadaan mereka,” kata Danielle, peneliti dari lembaga pelestarian pesut.

Seperti diketahui, pesut memerlukan waktu 14 bulan untuk mengandung. Waktu sepanjang itu diperlukan antara lain untuk membentuk otak yang punya kemampuan ekolokasi atau pengindraan jauh dengan menggunakan pantulan suara seperti sonar pada kapal selam.

Kedua pesut itu sendiri sudah bisa keluar dari rawa-rawa seukuran lebih kurang 50X50 meter tersebut pada Selasa malam. Mereka terjebak selama 2 minggu dalam perjalanannya mencari makan. Rawa-rawa kecil itu penuh udang sungai yang jadi makanan kesukaan pesut.

Warga Gotong-royong Bersihkan Jalur Pesut ke Mahakam

Sebelumnya masyarakat Desa Sangkuliman bersama relawan RASI dan Save Mahakam Dolphin bergotong royong membersihkan jalur air yang menghubungkan rawa-rawa dengan Sungai Mahakam dari cabang dan ranting pohon tajam yang menghalangi jalan pesut.

Setelah pesut tidak ada lagi di rawa, jalur itu ditutup dengan kayu besar sehingga diharapkan tidak akan ada lagi pesut yang terperangkap masuk rawa.

“Saat jalur dibersihkan, pesutnya langsung ikut (berenang) di belakang,” tutur Danielle. Namun begitu, kedua pesut tidak langsung berenang keluar kembali ke Sungai Mahakam. Ia malah mengajak relawan yang membersihkan jalur jalan keluar di rawa itu bermain dengan mengibaskan ekor, memercikkan air ke relawan dan berenang cepat di sekitar relawan.

“Baru ketika kami cek Rabu pagi, mereka sudah tidak ada. Jadi mereka keluar kembali ke Sungai Mahakam pada saat hari sudah gelap Selasa,” kata Danielle Kreb.(nv)

Check Also

Diduga Mesum Pasangan Remaja Diamankan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Sejumnlah pasangan remaja yang diduga melakukan perbuatan asusila diamankan petugas Polsek Balikpapan, Kalimantan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *