Home » Gerbangners » Pipa Bocor, Kecil Kemungkinan Akibat Jangkar

Pipa Bocor, Kecil Kemungkinan Akibat Jangkar

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- PT Pelindo  menyatakan kecil kemungkinan patah dan bocornya pipa bawah laut milik PT Pertamina akibat jangkar kapal yang berlabuh. Pasalnya, para nakhoda kapal pandu adalah orang-orang terlatih dan paham akan peta laut Balikpapan.

Masalah jangkar yang dituding sebagai penyebab patahnya pipa minyak bawah laut milik PT Pertamina yang berimbas terjadinya tumpahan minyak di sekitar kawasan Teluk Balikpapan dibantah keras oleh pihak PT Pelindo IV.

Pelindo menegaskan kecil kemungkinan patahnya pipa akibat jangkar dan karena kesalahan nakhoda kapal pandu yang yang mengarahkan kapal kapal di perairan Teluk Bakikpapan. Karena nakhoda kapal pandu yang dimiliki sudah tersertifikasi, terlatih dan berpengalaman, termasuk mengatahui daerah larangan atau daerah rawan seperti di perairan/kawasan pipa milik Pertamina.

“Kita masih menunggu hasil investigasi dari pihak kepolisian. Siapa yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini. Kami tidak ingin medahului hasil investigasi pihak kepolisian,” ujar Doso Agung, Dirut Pelindo IV  Makassar.

Seperti diketahui bersama, ceceran ribuan liter minyak mentah (crude oil) di perairan Teluk Balikpapan menyebabkan kebarakan besar yang menimbulkan lima korban jiwa, satwa air, pencemaran lingkungan, materi dan lainnya.

Terkait dengan kasus ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan meminta kepada PT Pertamina bertanggungjawab penuh atas musibah tumpahan minyak yang terjadi di Teluk Balikppan. Wakil rakyat ini juga meminta kepada Pemkot Balikpapan untuk tidak mengeluarkan anggaran, karena ini tenggungjawab penuh PT Pertamina.

Komisi III DPRD Kota Balikpapan, belum lama ini sidak di kawasan Kampung Atas Air Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, melihat kondisi terakhir warga yang menjadi korban tumpahan minyak yang disebut-sebut akibat patahnya pipa dalam laut milik PT Pertamina.

Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Maulidin  mengatakan, Pertamina harus bertanggungjawab penuh atas musibah yang terjadi. Bahkan bagi keluarga korban meninggal dunia, Pertamina harus memberi santunan atau pekerjaan.

Selain itu, pasca kebakaranpun, ada, warga di Kelurahan Marga Sari Balikpapan Barat, masih mengalami pusing dan mual. Derita itu disebut-sebut akibat menghirup bau minyak yang sangat menyengat. (hm/sh)

Check Also

Warga Liang Ulu Dukung Rusmadi-Safaruddin

Kota Bangun, GERBANGKALTIM.COM,- Sebagian warga Desa Liang Ulu Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *