Home » Gerbang Polri » Polda Kaltim Berhasil Tangkap Pembunuh Bayaran Pengusaha Berau di Tanah Laut
Direktur Reskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Hilman SIK SH, MH, menunjukkan penemuan mayat korban, dalam jumpa pers di Mako Polda Kaltim, Senin (1/5/2017). (Foto: poldakaltim.com)

Polda Kaltim Berhasil Tangkap Pembunuh Bayaran Pengusaha Berau di Tanah Laut

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Polda Kaltim melalui  Unit Jatanras Dit Resum Polda Kaltim dan Reskrim Polres Berau, serta  jajaran Polda Kalsel berhasil menangkap 2 pelaku pembunuh bayaran, W (31) alias Ayu, dan S (27) alias Adi di Desa Salaman Kecamatan Kintab Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, Sabtu (29/4/2017) menjelang subuh.

Kedua tersangka pembunuhan yang ditangkap di Tanah Laut, Kalsel (foto: Poldakaltim.com)

Kedua pelaku diduga sebagai eksekutor di balik peristiwa penemuan mayat seorang pengusaha alat berat H Samir, Sabtu, 22 April 2017  di Jl. Raja Alam II, belakang Bandara Kalimaro Tanjung Redep, Berau. Aksi keduanya atas perintah dari L alias Nyo yang memberikan upah Rp50 juta untuk membalas sakit hati. Kendati demikian, aparat kepolisian masih terus mendalami motif lain, termasuk cinta segi tiga yang melibatkan orang terdekat korban.

“Tim masih melakukan pengembangan lebih dalam, pasalnya, diduga ada keterlibatan istri korban dalam aksi pembunuhan tesebut,” kata Direktur Reskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Hilman SIK SH, MH, dalam jumpa pers di Mako Polda Kaltim, Senin (1/5/2017).

Penangkapan pelaku yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Berau AKP Damus Asa, SH, S.i.k bersama tim Unit  Jatanras Polda Kaltim, dan Polda Kalsel, bergerak menuju Kabupaten Tanah Laut pada Jumat tanggal 28 April 2017. Tim menangkap pelaku pertama, W seorang waker PT GSM Banjarmasin ditangkap pada Sabtu (29/4/2017) dinihari pukul 04.00 Wita di rumahnya Desa Salaman Pal.20 RT.08 Kec. Gintab Kab. Tanah Laut.

Dari hasil pengembangan akhirnya pelaku kedua, S yang juga karyawan di PT GSM ditangkap di mess perusahaan di Desa Salaman Kec. Kintab Kab. Tanah Laut, Kalsel. Kedua pelaku langsung dibawa ke Mako Polda Kaltim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara otak pembunuhan L alias Nyo ditangkap di Berau dalam waktu yang hampir bersamaan.

Berikut modus operandi pembunuhan seperti yang dimuat di Poldakaltim.com:

Korban H Samir, bersama istri yang melaporkan kejadian ini ke Polres Berau.(foto: dok Poldakaltim.com)

Pelaku an W menelpon korban dengan cara berpura-pura akan menyewa alat berat jenis Hexavaotor milik korban dan menentukan lokasi pertemuan di Jl. Raja Alam dua – Belakang Bandara Kalimaro Tanjung Redep.

Ketika Korban tiba di lokasi, pelaku mengajak korban masuk ke dalam mobil milik korban dan selanjutnya pelaku 1 an. S duduk di sebelah kiri dari korban yang sedang memegang stir mobil. Sedangkan pelaku 2 an. W menempati posisi kursi tengah di belakang k Pelaku 2 langsung menjerat leher korban dari arah belakang dengan menggunakan tali warna kuning. Saat korban terjerat dan posisi membrontak, pelaku 1 langsung memegang tangan korban.

Korban seketika itu pula meninggal dunia di dalam mobil, yang selanjutnya oleh pelaku yang menjerat leher korban (W) beralih posisi menjadi driver, sedangkan korban ditarik ke kursi belakang dibantu pelaku 1 an. S.

Selanjutnya pelaku 1 dan pelaku 2 membawa korban ke TKP pembuangan (Mayang Mangurai Jl. Poros Labanan Km.15) yang berjarak sekitar 5 Km dari lokasi.

Pelaku 1 dan pelaku 2 kemudian melarikan diri ke Banjarmasin menggunakan transportasi darat dari Berau ke Balikpapan yang disiapkan oleh Sdr. L dan selanjutnya dari Balikpapan ke Banjarmasin, para pelaku menggunakan sarana transportasi pesawat.

Kronologi kejadian peristiwa yang cukup membuat gempar warga Berau itu adalah:

Pada hari Minggu 23 April 2017 sekitar pukul 08.00 Wita, Hj Emi, istri korban datang ke Polres Berau untuk melaporkan telah kehilangan suaminya, H Samir. Korban meninggalkan rumah pada Sabtu (22/4/ 2017) sekitar pukul 10.00 Wita dengan tujuan ke Bandara Tanjung Redep. Sebelumnya, korban ditelepon seseorang yang bermaksud menyewa alat berat Hexavator miliknya.

Sekitar Pukul 12.30 WIta, pelapor (istri korban) menelepon korban namun HP yang bersangkutan tidak aktif.

Sekitar Pukul 16.00 Wita, Pelapor dan keluarga berinisiatif mencari korban yang mengendarai mobil Avanza warna Putih KT-1151-MW.

Sekitar pukul 18.00 Wita, mobil korban ditemukan oleh keluarga pelapor di Jl. Pulau Derawan Kel. Tanjung Redeb Kec. Tanjung Redeb Kab. Berau yang berjarak sekitar 1 Km dari rumah pelapor. Ketika dilakukan pengecekan oleh keluarga korban, di dalam mobil ditemukan posisi kunci mobil menempel, kemudian mobil tersebut dibawa pulang oleh keluarga pelapor ke rumah pelapor.

Pada hari Minggu tanggal 23 April 2017, Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Berau melakukan pengecekan kendaraan milik korban dan ditemukan bercak darah pada bagian tengah di dekat persenelang kendaraan serta di karpet bagian tengah kendaraan tersebut. Selanjutnya penyidik membawa kendaraan tersebut ke Mapolres Berau untuk pengambilan sampel darah.

Kegiatan Penyelidikan selanjutnya yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Berau berkoordinasi dengan Unit Jatanras Dit Resum Polda Kaltim untuk melakukan kegiatan penyelidikan lanjutan.

Terhadap para pelaku akan dikenai pasar 340 KUHP  dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya dua puluh tahun.

(MH)

Check Also

Kodim Grogot Inisiasi Pembentukan Posko Terpadu Karhutla 

Kodim 0904 Tanah Grogot menginisiasi pembentukan posko terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *