Home » Gerbang Polri » Polda Kaltim dan Polres Balikpapan Kerahkan 350 Personel Amankan Demo di DPRD
Suasana demo damai di DPRD Balikpapan, Senin (20/2/2017). (foto: Polresbalikpapan.com)

Polda Kaltim dan Polres Balikpapan Kerahkan 350 Personel Amankan Demo di DPRD

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,— Sebanyak 350 personel gabungan dari Polres Balikpapan dan Polda Kaltim dan Satuan Brimob Polda Kaltim dikerahkan untuk pengamanan demo di DPRD Kota Balikpapan, Senin (20/2/2017).

Sebelum melaksanakan tugas, personel gabungan itu melakukan apel di kantor Polres Balikpapan Senin pagi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta. Pengamanan dimulai ketika para pendemo berkumpul di depan Balikpapan Permai, depan Bank Bukopin hingga konvoi menuju arah Jl. Jenderal Sudirman gedung DPRD Balikpapan.

“Dalam pengamanan ini kami menurunkan kurang lebih 350 personel gabungan Polres Balikpapan, Polda Kaltim dan Satbrimobda Kaltim,” kata AKBP Jeffri Dian Juniarta, seperti yang dirilis di Polresbalikpapan.com. “Aksi damai tersebut selesai sekitar pukul 15.00 wita  dan berjalan aman dan tertib,” tambah Kapolres Balikpapan.

Perwakilan Pengunjuk Rasa dan DPRD Pertemuan Tertutup

Sementara itu, dalam aksi damai yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Pemudi Islam dan Masyarakat Kota Balikpapan, serta sejumlah ormas yakni Gepak, GP Anshor, Banser dan LPDKT di Balikpapan akhirnya bertemu dengan DPRD yang berlangsung tertutup.

Sebelumnya mereka melakukan orasi dan meminta agar anggota DPRD netral dan tidak mem-bekingi FPI di Balikpapan. Salah satu orator dalam aksi demo menyebut nama  Ketua Komisi I DPRD Balikpapan Syukri Wahid diduga membekingi organisasi FPI di Balikpapan. Massa meminta politisi PKS itu keluar untuk menemui massa dan menjelaskan kebenarannya.

Akhirnya setelah dua jam aksi berlangsung, perwakilan massa yang terdiri dari Gepak, GP Anshor, Banser dan LPDKT masuk ke dalam Gedung DPRD bersama anggota DPRD untuk melakukan pertemuan. Usai melakukan pertemuan secara tertutup, massa membubarkan diri.

Ketua Komisi I DPRD Balikpapan Membantah

Sementara itu, melakukan pertemuan tertutup dengan 13 orang perwakilan pengunjuk rasa, Ketua Komisi I DPRD Balikpapan Syukri Wahid membantah jika dirinya telah mengeluarkan pernyataan “pasang badan” terhadap berdirinya FPI dan GNPF MUI di Balikpapan.

 

Menurut Syukri Wahid, pertemuan yang dilakukan Komisi I DPRD Balikpapan dengan pengurus FPD dan GNPF MUI Kota Balikpapan beberapa waktu lalu di gedung DPRD Balikpapan adalah salah satu tugas dari DPRD. Pertemuan itu untuk menampung aspirasi dari masyarakat, baik lintas agama dan lintas golongan karena gedung dewan adalah rumah rakyat.

“Tugas Komisi I adalah membekap konstitusi. Ormas apa saja yang berdiri sesuai dengan aturan perundang-undangan, maka Komisi I DPRD Balikpapan tidak melarang,” katanya.(hms/gk)

Check Also

Diduga Mesum Pasangan Remaja Diamankan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Sejumnlah pasangan remaja yang diduga melakukan perbuatan asusila diamankan petugas Polsek Balikpapan, Kalimantan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *