Home » GerbangNews » POLISI DIMINTA TELUSURI IZIN TAMBANG DI KUKAR
Calon Gubernur Kaltim Rusmadi menyapan pendukungnya dengan penuh semangat.

POLISI DIMINTA TELUSURI IZIN TAMBANG DI KUKAR

Tenggarong Seberang, GERBANGKALTIM.COM,- Beredarnya rumor masih beroperasinya perusahaan tambang batu bara di sebagian kawasan Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) yang disebut-sebut kemungkinan belum mengamtongi izin, Pasangan Calon Gubernur – Calon Wakil Gubernur (Cagub – Cawagub) Rusmadi – Safaruddin, meminta pihak kepolisian agar memeriksa dokumen atau surat izin operasinya.

“Harus betul-betul dicek, apakah memang tidak ada izin melakukan operasinya,” kata Rusmadi. Cagub yang berpasangan dengan mantan Kapolda Kaltim Safaruddin ini, meminta pihak kepolisian bisa menelusuri informasi tersebut.

Selain masalah banyak anak putus sekolah di Kukar, Rusmadi juga mendapat informasi maraknya perusahaan tambang batu bara illegal. Tentang ilegal mining yang dituding wargaitu terjadi di Tenggarong Seberang.

“Di sini masih banyak bertebaran penambangan batu bara ilegal,” ungkap Sutrisno, Ketua RT 05 Desa Bangun Rejo, ketika Cagub Rusmadi bersama tim relawan berkunjung ke desa itu, Jumat (30/3/18).

Adanya penambangan batu bara ilegal itu, dinilai sangat mengganggu warga, terutama saat aktifitas pengangkutan dengan mobil-mobil truk besar yang disebut-sebut juga merusak jalan poros Teluk Dalam Tenggarong Seberang. “Jalan kami jadi rusak Pak. Kami tidak paham, kenapa penambangan batu bara ilegal bisa beroperasi,” tanya Sutrisno.

Sebagian besar warga Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kukar, menaruh harapan adanya perubahan di lingkungan dan kehidupan mereka. Warga berharap, bila Rusmaddi-Safaruddin terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2018-2023, bisa lebih memperhatikan rakyat kecil yang hidup di pedesaan.

Menurut Sutrisno, ada 4 hal yang menjadi keprihatinan warga di desanya. Pertama, soal anak-anak putus sekolah. Kedua, soal pertanian. Padahal, masih banyak lahan yang tidak produktif.

Masalah ketiga, tidak adanya penampungan air yang bisa mengairi sawah ketika musim kemarau. Sedangkan yang keempat, soal jalan poros Teluk Dalam yang kerap rusak akibat dilalui kendaraan-kendaraan besar pengangkut tambang batu bara.

“Kami dan warga lain berharap kepada pasangan Rusmadi-Safaruddin, bila kelak terpilih menjadi Gubernur Kaltim, bisa memperbaiki lahan pertanian dan menertibkan tambang ilegal tersebut,” kata Sutrisno yang disambut meriah warga.

Dihadapan warga desa, Rusmadi, berjanji akan memberikan perhatian besar kepada masyarakat pedesaan dengan mengalokasikan dana Rp5 miliar sampai Rp10 miliar di luar anggaran dana desa (ADD) yang disiapkan pemerintah pusat dan juga pemerintah kabupaten.

Pemberian dana tersebut, kata Rusmadi, nantinya dapat digunakan petani untuk lebih meningkatkan produksi pertaniannya. “Saya memang melihat di sini jalan sudah lumayan baik. Namun begitu, masih ada terdapat beberapa titik jalan yang rusak dan berlubang,” ujar Rusmadi.

Oleh karena itu, Dia berjanji akan memperbaikinya apabila diberi kesempatan menjadi Gubernur Kaltim. “Kita akan buat lebih mulus lagi jalan di sini, mulai dari Simpang Patung Lembuswana sampai ke Separi,” janjinya. #trs

Check Also

Safaruddin, Jalan Provinsi Harusnya Mulus

Muara Komam, GERBANGKALTIM,- Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *