Home » GerbangNews » Polres Paser Tangkap Pelaku Persetubuhan Anak di bawah Umur

Polres Paser Tangkap Pelaku Persetubuhan Anak di bawah Umur

Siswi SD di Long Kali disetubuhi Sebanyak Sembilan Kali

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.Com) Kepolisian Resort Paser berhasil menangkap pelaku persetubuhan anak di bawah umur di Desa Munggu Kelurahan Long Kali, Rabu (9/11).

“Polisi  berhasil menangkap pelaku persetubuhan anak di bawah umur di Desa Munggu Kelurahan Long Kali pada pukul 13.00,” kata Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan dikonfirmasi di Tanah Grogot, Rabu.

Pelaku RS (23), merupakan seorang buruh di sebuah perusahaan kelapa sawit di Long Kali.

Korban persetubuhan kata Hendra yakni pelajar Sekolah Dasar kelas 6 berinisial FK (13), warga RT 16 Kelurahan Long kali.

Penangkapan pelaku lanjut Hendra berawal dari laporan orangtua korban pada Selasa (8/11) pukul 17.00 Wita ke Polsek Long Kali.

“Ibu korban KA, mendapatkan laporan dari saksi CL (42) bahwa anaknya telah disetubuhi oleh pelaku RS sebanyak 9 kali,” kata Hendra.

Dari penangkapan tersebut kata Hendra Polsek Long Kali berhasil mengamankan barang bukti yakni pakaian korban yang dikenakan saat disetubuhi pelaku.

“Pakaian korban saat disetubuhi pelaku telah kami amankan. Saat ini Polsek Long Kali juga sedang memproses pelaku dan melengkapi administrasi penyidikannya. Polisi juga telah memeriksa saksi CL (42) dan LA (15),” kata Hendra.

Sementara itu Kapolsek Long Kali AKP Danang Aries Susanto mengatakan bahwa pelaku dan korban merupakan sepasang kekasih yang berkenalan melalui telepon genggam.

Danang juga mengatakan bahwa keduanya telah melakukan hubungan intim sebanyak 9 kali sejak Bulan Agustus hingga Oktober.

“Hubungan intim yang mereka lakukan di tempat berbeda di Desa Mendik Kecamatan Long Kali dalam kurun waktu Agustus sampai Oktober,” kata Danang.

Karena perbuatannya itu, RS dikenakan pasal 81 ayat 1 dan 2  Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Pelindungan anak dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

“Pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Pelindungan anak dengan ancaman penjara di atas lima tahun,” kata Danang.

“Dengan kejadian ini, kami meminta orangtua untuk lebih memerhatikan anaknya, terutama dalam menggunakan telepon genggam. Sehingga hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” imbuh Danang berharap.((Jya)

Check Also

Warga Liang Ulu Dukung Rusmadi-Safaruddin

Kota Bangun, GERBANGKALTIM.COM,- Sebagian warga Desa Liang Ulu Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *