Home » Gerbang Polri » Polsek Long Ikis Selesaikan Konflik Pemuda Antar Suku
Kapolsek Long Ikis AKP Jumali menyaksikan kesepakatan damai dua pemuda yang berselisih di Desa Bukit Seloka, Sabtu (26/11)

Polsek Long Ikis Selesaikan Konflik Pemuda Antar Suku

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.Com) Kepolisian Sektor Long Ikis melakukan mediasi perselisihan antara dua pemuda beda suku di Gedung Serbaguna Desa Bukit Seloka, Sabtu.

Perselisihan diawali dari perkelahian dua pemuda beda suku di Desa Bukit Seloka.

Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan mengatakan mediasi dan musyawarah dilakukan untuk menghindari terjadinya konflik berkepanjangan.

“Hadir pada musyawarah tersebut Sekcam Long Ikis Razidinnor, Kapolsek Long Ikis AKP Jumali, Kades Sunarto, Dewan Adat, perwakilan tokoh Ormas dan pemuda dari kedua suku yang berselisih, disaksikan masyarakat setempat,” kata Hendra.

Permasalahan tersebut kata Hendra terjadi berawal pada tanggal 28 Oktober 2016, pada waktu ada acara hiburan electone.

“Dalam acara tersebut terjadi salah paham dan saling senggol antara seorang pemuda suku A dan suku B, sehingga terjadi keributan dan saling pukul,” ujar Hendra.

Kemudian berlanjut, pada tanggal 18 Nopember 2016 kelompok pemuda dari suku A dari Desa Teluk Waru, Desa Lampi dan Desa Jemparing mendatangi pemuda suku B di RT 001 dan menyerang balik.

Terkait permasalahan tersebut sehingga terjadi gesekan maka dilaksanakan mediasi dan musyawarah penyelesaian masalah tersebut.

Sekcam Razidinnor juga menyayangkan kejadian tersebut dan berharap tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari.

“Kita sebagai pemuda penerus bangsa harus tetap mengingat dan menjiwai arti Kebhinekaan Tunggal Ika dimana walaupun berbeda tapi harus tetap satu dalam membangun bangsa dan negara, jangan sampai terpecah karena perkelahian ini,” kata Sekcam Razidinnor.

Semua warga yang bermacam suku di Kecamatan Long Ikis lanjut Razidinnor adalah warga Indonesia yang harus saling bahu membahu dan bekerja sama untuk membangun Kecamatan Long Ikis.

” Maka kami ingin agar permasalahan tersebut tidak terulang kembali dalam rangka memajukan dan membangun desa dan daerah,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Long Ikis AKP Jumali juga sependapat dengan Sekcam Razidinnor.

“Walaupun agama dan suku berbeda harus saling menjaga persatuan dan kesatuan sebagai warga negara Indonesia,” katanya.

Oleh karena itu kata Jumali, pihaknya meminta agar permasalahan tersebut diselesaikan dalam musyawarah dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Long Ikis, sehingga tidak menimbulkan potensi terjadinya konflik SARA di kecamatan itu

Perwakilan salah satu Ormas dan tokoh pemuda, Dedi Darmansyah juga mendukung adanya penyelesaian agar situasi kembali aman dan kondusif.

Dedi meminta agar tetua adat, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat peduli terhadap para pemuda dan harus memberi contoh positif agar para pemuda memiliki akhlak yang baik di masyarakat.

Dan masih banyak harapan dari semua pihak yang hadir, adalah menginginkan kedamaian dan perselisihan tersebut bisa segera selesai.

Kesepakatan telah dimusyawarahkan, dan kedua pihak berjanji tidak mengulangi kejadian serupa.

Seperti tidak menyakiti perasaan suku tertentu dengan menjaga lisan, perbuatan dan tindakan yang menyinggung dan menyakiti perasaan dari suku mana pun, dan akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan berdamai.

“Barang siapa yang mengingkari dan mengulangi perbuatan yang menyinggung perasaan suku siapa pun, maka siap diproses secara hukum,” tegas Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan.(Jya)

Check Also

Safaruddin, Jalan Provinsi Harusnya Mulus

Muara Komam, GERBANGKALTIM,- Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *