Home » Gerbang Polri » Polsek Long Kali Sosialisasi Larangan Penggunaan Trawl di Desa Muara Telake

Polsek Long Kali Sosialisasi Larangan Penggunaan Trawl di Desa Muara Telake

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.Com) Kepolisian Sektor Long Kali Kabupaten Paser , menyosialisasikan bahaya penggunaan alat tangkap yang dilarang bagi para nelayan di Desa Muara Telake.

Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan saat dikonfirmasi di Tanah Grogot, Minggu (9/10) mengatakan, sosialisasi sosialisasi tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya kerusakan ekosistem di perairan Indonesia khususnya di perairan Kabupaten Paser.

“Sosialisasi di Desa Muara Telake pada Sabtu (8/10), terkait larangan penggunaan alat tangkap yang dilarang yakni alat tangkap pukat hela (Trawls) dan pukat tarik (Seine Nets),” kata Hendra Kurniawan.

Sosialisasi tersebut kata Hendra, dilakukan seiring adanya penangkapan delapan kapal nelayan asal Kalsel di perairan Teluk Apar Tanjung Harapan, Kamis (6/10).

Kedelapan kapal nelayan tersebut harus ditahan polisi karena kedapatan menggunakan alat tangkap yang dilarang jenis pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seine nets).

“Saat ini tiga kapal beserta awaknya telah diamankan dan sedang dilakukan penyidikan. Sedangkan kelima kapal beserta awak kapal lainnya, diamankan Polda Kaltim untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Hendra.

“Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi kepada para nelayan di Kabupaten Paser untuk tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang tersebut,” imbuh Hendra.

Sementara itu Kapolsek Long Kali AKP Danang Aries Susanto mengatakan, selain sosialisasi larangan penggunaan alat tangkap ikan yang dilarang, Polsek Long Kali juga menyosialisasikan larangan menangkap ikan dengan bahan peledak.

“Sosialisasi kami lakukan agar ekosistem laut di perairan Indonesia tidak rusak karena penggunaan bahan peledak,” kata Danang.

Sosialisasi tersebut dilakukan oleh seluruh jajaran Polsek Long Kali

“Babinkamtibmas, kanit reskrim, kanit Intel dan kanit Provost di Long Kali turut serta dalam sosialisasi tersebut,” kata Danang.

Sosialisasi tersebut kata Danang baru bisa dilakukan secara efektif pada sore hari dikarenakan menunggu para nelayan pulang usai mencari ikan.

“Sosialisasi dilakukan di jembatan di sela-sela rumah warga,” kata Danang.

Para nelayan di Desa Muara Telake kata Danang, cukup antusias mendengar arahan dari pihak kepolisian dan menanggapi sosialisasi tersebut cukup baik.

“Mereka berjanji mentaati peraturan sesuai aturan, meski diakui mereka sebagian kecil masih ada yang menggunakan alat tangkap yang dilarang itu,” kata Danang.

Jumlah nelayan di Desa Muara Telake berjumlah 400 orang lebih. Para aparat desa termasuk Pjs Kades pun berkomitmen untuk terus mengingatkan nelayan untuk tidak melanggar aturan terkait alat tangkap yang yang dilarang itu.

“Kami berharap para nelayan dapat mematuhi aturan seperti yang diatur dalam UU Nomor 45 Tahun 2009 dan Permen Kelautan dan Perikanan tentang Larangan penggunaan alat tangkap pukat hela (Trawls) dan pukat tarik (Seine Nets) di wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia,” pungkas Danang.(Jya)

Check Also

Polda Kaltim Ungkap 38 Kasus Korupsi

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Sepanjang tahun 2017 lalu, Polda Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil mengungkap 38 kasus korupsi. Kasus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *