Home » Presiden SBY Keluarkan 5 Butir Penyelamatan MK dan Resmi Berhentikan Akil Mochtar

Presiden SBY Keluarkan 5 Butir Penyelamatan MK dan Resmi Berhentikan Akil Mochtar

JAKARTA, GERBANGKALTIM.COM,—Usai menggelar rapat konsultasi dengan para pimpinan lembaga negara di Kantor Presiden, Sabtu rapat konsultasi-presiden-sby(5/10/2013) siang hingga sore, Presiden SBY mengeluarkan lima butir penyelamatan Mahkamah Konstitusi (MK) dan secara resmi memberhentikan Ketua MK Akil Mochtar yang kini sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kelima butir penyelamatan MK yang disampaikan Presiden SBY dan disiarkan secara langsung media elektronik itu adalah:Pertama: Dalam persidangan atau peradilan di MK dijalankan dengan sangat hati-hati, jangan ada penyimpangan baru.Kedua: Penegakan hukum yang dilaksanakan oleh KPK dapat dilaksanakan secara lebih cepat dan konklusif.

Ketiga: Presiden berencana menpersiapkan peraturan pengganti undang-undang (perpu) untuk diajukan kepada DPR RI yang antara lain akan mengatur persyaratan, aturan dan mekanisme seleksi dan pemilihan hakim MK.Keempat: Dalam Perpu perlu diatur pengawasan terhadap proses peradilan di MK.

Kelima: Dalam fase konsolidasi yang dilakukan MK saat ini, MK juga melakukan audit internalnya, bila dipandang perlu juga secara eksteral oleh lembaga negara yang berwenang.

Seperti yang dirilis dalam website www.presidenri.go.id, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat konsultasi dengan para pimpinan lembaga negara di Kantor Presiden, Sabtu (5/10) pukul 13.00 WIB. Rapat membahas masalah yang tengah dihadapi Mahkamah Konstitusi (MK) sehubungan dengan ditetapkannya Ketua MK Akil Mochtar sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rapat dihadiri oleh Ketua MPR Sidharto Danusubroto, Ketua DPR Marzuki Ali, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua BPK Hadi Poernomo, Ketua MA Hatta Ali, dan Ketua KY Suparman Marzuki. “Perwakilan MK tidak diundang karena rapat ini membahas MK,” Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menjelaskan.

“Presiden memandang konsultasi ini penting agar tidak terjadi krisis kepercayaan terhadap lembaga dan simbol negara,” Julian menambahkan.

Dalam rapat konsultasi ini Presiden SBY didampingi oleh Wapres Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Seskab Dipo Alam.

Sebagaimana diketahui, KPK telah menetapkan Akil Mochtar sebagai tersangka dalam dua kasus, yakni terkait sengketa hasil pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Bersama Akil, KPK juga menetapkan anggota DPR berinisial CN, Bupati Gunung Mas berinisial HB yang merupakan petahana, dan dua orang lainnya. Sedangkan dalam kasus Lebak, KPK menetapkan dua tersangka, selain Akil.(*)

Sumber berita & foto: www.presidenri.go.id

Check Also

Kabel FO Telkom Grogot Tertabrak Truk, Ganggu 7 Tower Telkomsel

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Kabel Fyber Optik (FO) udara milik TelkomTanah Grogot pada Rabu (17/1) malam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *