Home » Prihatin Proyek Turap Tepian Mahakam Makan Korban

Prihatin Proyek Turap Tepian Mahakam Makan Korban

SAMARINDA, GERBANGKALTIM.COM,— Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim,  Agus Santoso mengaku kecewa dan prihatin proyek penurapan tepian Sungai Mahakam di Jalan RE Martadinata menelan korban jiwa anak-anak tewas tenggelam.
“Saya kecewa dan prihatin ada korban jiwa anak-anak pada proyek yang hingga sekarang masih dalam proses pekerjaan tersebut.  Semestinya  ada papan peringatan pada proyek tersebut, sehingga warga menjadi lebih berhati-hati,” kata Agus Santoso, Minggu (17/3) kemarin.
Seperti diketahui,  M Riyanda (6), bocah warga Jl Siti Aisyah  Gang Melati RT 5,   Kelurahan Teluk Lerong Ilir,  Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kamis (14/3)  lalu, tewas tenggelam saat berenang bersama empat rekannya di perairan sekitar proyek turap Tepian Sungai Mahakam. Saat ditemukan, jasad Riyanda sempat dilarikan ke RS Dirgahayu Samarinda, namun nyawanya tak tertolong.
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kasus semacam itu tidak boleh terjadi lagi di masa mendatang, karena keselamantan pekerja saja harus dijaga secara ketat,  apalagi keselamatan warga sekitar, terutama anak-anak.
Dia meminta kontraktor pelaksana proyek lebih memperhatikan masalah keamanan dan keselamatan masyarakat sekitar,  dengan memasang papan pengumuman  peringatan bahaya dan memagar areal proyek agar tidak ada warga tak berkepentingan yang melakukan kegiatan di lokasi pembangunan.
“Proyek ini juga harus segera dituntaskan. Selain karena penting, jangan sampai longsor merembet ke jalan raya seperti di Jalan Gajah Mada, lokasinya yang berada di tepian Sungai Mahakam jangan sampai makin memperburuk citra Samarinda sebagai Ibukota Kaltim,” kata wakil rakyat asal Dapil II Balikpapan, PPU dan Paser ini.
Pada bagian lain dia mengimbau masyarakat untuk dapat mengawasi putra-putri mereka, sehingga tidak menjadikan lokasi berbahaya sebagai tempat bermain.
Diketahui, M Riyanda (6), bocah warga Jl Siti Aisyah  Gang Melati RT 5,   Kelurahan Teluk Lerong Ilir,  Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kamis (14/3)  lalu, tewas tenggelam saat berenang bersama empat rekannya di perairan sekitar proyek turap Tepian Sungai Mahakam. Saat ditemukan, jasad Riyanda sempat dilarikan ke RS Dirgahayu Samarinda, namun nyawanya tak tertolong. (adv/bar/mir)
*. Sumber: Tim Media DPRD Kaltim.

Prihatin Proyek Turap Tepian Mahakam Makan Korban
SAMARINDA, GERBANGKALTIM.COM,— Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim,  Agus Santoso mengaku kecewa dan prihatin proyek penurapan tepian Sungai Mahakam di Jalan RE Martadinata menelan korban jiwa anak-anak tewas tenggelam.

“Saya kecewa dan prihatin ada korban jiwa anak-anak pada proyek yang hingga sekarang masih dalam proses pekerjaan tersebut.  Semestinya  ada papan peringatan pada proyek tersebut, sehingga warga menjadi lebih berhati-hati,” kata Agus Santoso, Minggu (17/3).

Seperti diketahui,  M Riyanda (6), bocah warga Jl Siti Aisyah  Gang Melati RT 5,   Kelurahan Teluk Lerong Ilir,  Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kamis (14/3)  lalu, tewas tenggelam saat berenang bersama empat rekannya di perairan sekitar proyek turap Tepian Sungai Mahakam. Saat ditemukan, jasad Riyanda sempat dilarikan ke RS Dirgahayu Samarinda, namun nyawanya tak tertolong.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kasus semacam itu tidak boleh terjadi lagi di masa mendatang, karena keselamantan pekerja saja harus dijaga secara ketat,  apalagi keselamatan warga sekitar, terutama anak-anak. Dia meminta kontraktor pelaksana proyek lebih memperhatikan masalah keamanan dan keselamatan masyarakat sekitar,  dengan memasang papan pengumuman  peringatan bahaya dan memagar areal proyek agar tidak ada warga tak berkepentingan yang melakukan kegiatan di lokasi pembangunan. “Proyek ini juga harus segera dituntaskan.

Selain karena penting, jangan sampai longsor merembet ke jalan raya seperti di Jalan Gajah Mada, lokasinya yang berada di tepian Sungai Mahakam jangan sampai makin memperburuk citra Samarinda sebagai Ibukota Kaltim,” kata wakil rakyat asal Dapil II Balikpapan, PPU dan Paser ini. Pada bagian lain dia mengimbau masyarakat untuk dapat mengawasi putra-putri mereka, sehingga tidak menjadikan lokasi berbahaya sebagai tempat bermain. (adv/bar/mir) *.

Sumber: Tim Media DPRD Kaltim.

Check Also

PENJUAL IKAN BAKU TIKAM

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Dua penjual ikan di Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin dan Mustamin, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *