Home » Gerbang Health » Ratusan Warga Belum Ikuti Program Sedot Tinja dari PDAM
Walikota Balikpapan, H Rizal Effendi saat meresmikan mobil penyedot tinja, baru-baru ini.

Ratusan Warga Belum Ikuti Program Sedot Tinja dari PDAM

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Entah belum ada atau kurangnya sosialisasi yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), tentang Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) dan Lumpur Tinja Tidak Terjadwal (L2T3). Yang pasti, ratusan warga “Kota Beriman” ini  diakui belum mengikuti program terkait dengan kesehatan lingkungan itu.

Dari hasil sensus yang dilakukan Tim L2T2 PDAM Kota Balikpapan, dari 1.250 warga, hasilnya hanya ada sebanyak 306 tanki septik warga yang memiliki lubang sedot dan layak untuk dilakukan penyedotan. Dari 306 tanki septik yang ada di dua kelurahan, yakni Kelurahan Gunung Bahagia Dan Sepinggan Raya Balikpapan Selatan itu yang bisa dibuka hanya 125 tanki septik saja.

Dari jumlah 125 lebih warga pemilik tanki septik ini, untuk sementara hanya 56 orang warga saja yang bersedia mengikuti program L2T2. Sementara itu, Koordinator Program L2T2 Balikpapan, Purnamawati mengatakan, PDAM Kota Balikpapan akan secara terus menerus melakukan edukasi dan sosialiasi tentang pentingnya program ini.

Ratusan warga Balikpapan itu dinilai tidak memiliki atau terkendala dengan adanya tanki septik. Sementara itu, pelanggan yang bersedia mengikuti program ini baru 56 kepala rumah tangga.

Program L2T2 dan L2T3 mengalami kendala kondisi tanki septik warga yang sebagian besar tidak memiliki lubang sedot dan kondisinya yang sudah lapuk, sehingga petugas kesulitan saat akan melakukan penyedotan.

“Dalam kegiatan ini, PDAM Kota Balikpapan bekerjasama dengan dua operator swasta dalam pelaksanaan operasional program L2T2 dan L2T3,  yaitu Bunga Lemo dan Ano Services,” kata Koordinator Program L2T2 Balikpapan, Purnamawati, belum lama ini.

Terkait dengan program ini, Suwanto yang mewakili operator swasta Bunga Lemo mengatakan, operator hanya melaksanakan penyedotan. Sedangkan rumah yang tanki septiknya akan disedot, ditentukan PDAM setempat. Sementara itu, untuk pembayaranya dilakukan PDAM, berdasarkan jumlah penyedotan yang dilakukan.

“Untuk unit yang disiapkan dalam pelaksanaan operasional ini, tergantung PDAM. Jika ada penambahan, maka operator akan melakukan penambahan,” jelas perwakilan Bunga Lemo, Suwanto kepada juru warta.(MH)

Check Also

Polisi Turun ke Pasar, Inflasi Terjaga

CAPAIAN inflasi periode Lebaran 2017 atau Juni 2017 yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *