Home » GerbangNews » Ratusan Warga Kepung Gedung PN
Sejumlah warga nekat duduk di lantai ruang PN Balikpapan, mendengarkan putusan eksepsi hakim.

Ratusan Warga Kepung Gedung PN

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ratusan warga Gunung Bakaran Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur (Kaltim), mengepung gedung Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A dan mengelar aksi unjukrasa damai. Mereka menunut hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya pada kasus sengketa lahan antara warga dengan pemilik  Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 72 Tahun 1975 atas nama Benjamin, atas nama penggugat.

Para pengunjukrasa ini datang dengan membawa spanduk dan poster yang diletakan di depan halaman gedung PN Balikpapan. Warga menilai, selama 5 tahun lebih pemilik tidak menggarap lahannya, sehingga sesuai ketentuan harus dikembalikan kepada negara.

Setelah warga menempati lahan tersebut selama puluhan tahun, pemiliknya datang untuk mengambil lahan tersebut. Karena itu, mereka menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan lahan yang telah ditempatinya selama bertahun-tahun.

Jhony, salah seorang warga  Sungai Nangka menceritakan, selama ini warga terus berjuang untuk bisa memiliki lahan tersebut. Alasannya, ratusan warga sudah menempatinya selama puluhan tahun. “Saat ini, rumah yang berdiri di atas lahan sengketa ini ada sekitar 310 rumah. Jumlah KK hampir mencapai 400 dengan atau kurang lebih 1000 jiwa,” ungkap Jhony.

 EKSEPSI DITOLAK

Sementara itu, Ratusan warga Gunung Barakaran (tergugat) kecewa setelah mendengar putusan majelis hakim yang menolak eksepsi yang diajukan warga. Untuk itu, warga melalui penasehat hukumnya akan melakukan banding ke Pengadilan Tinggi di Samarinda.

Sidang kasus sengketa lahan yang dipimpin hakim ketua Kayat ini dijaga ketat kepolisian dari Polres Balikpapan. Mendengar hakim memutuskan menolak eksepsi tergugat sontak membuat riuh ruangan sidang.

Perwakilan warga yang juga anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Simon Sulean mengatakan, warga sangat kecewa dengan putusan hakim, namun demikian perjuangan warga belum selesai, karena warga akan melalukan banding. Selain itu, Dia meminta, Komisi Yudisial (KY) melakukan pemeriksaan terhadap majelis hakim yang menyidangkan kasus sengketa lahan tersebut.

Sedangkan  penasehat hukum warga, Yesay Rohy SH mengatakan, pihaknya keberatan dengan pertimbangan yang disampaikan majelis hakim, karena eksepsi warga satupun tidak diterima majelis. Pasalnya dalam persidangan ini Henock bukan pemilik baru calon pembeli. Sehingga dalam persidangan ini jika tidak melibatkan nama Benyamin, maka dianggap tidak memiliki legal standing yang sah. (hm)

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.