Home » GerbangNews » RESMI, PERTAMINA KELOLA BLOK MAHAKAM

RESMI, PERTAMINA KELOLA BLOK MAHAKAM

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Setelah lebih dari 50 tahun, Blok Mahakam dikelola Total E&P Indonesie (TEPI), terhitung sejak 1 Januari 2018, secara resmi diambil alih pemerintah untuk diserahkan pengelolaannya kepada PT Pertamina (Persero) sebagai representasi negara.

Tantangan terbesar dalam alih kelola ini adalah sumurnya yang sudah tua dan penyesuaian budaya mengedepankan Quality, Health, Safety, Security and Environment (QHSSE).

Serah terima Blok Mahakam Dari Total Kepada Pertamina  ini dilakukan dengan penyerahan Pelakat Area Blok Mahakam dari President & General Manager TEPI  Arividya Noviyanto kepada  Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi, selaku perwakilan pemerintah

Kemudian menyerahkannya kepada direktur hulu pt pertamina (persero), syamsu alam. Prosesi penyerahan disaksikan Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia (Phi) Bambang Manumayos Dan Direktur Pertamina Hulu Mahakam, Ida Yusmiati.

Selama masa peralihan, Pertamina telah melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan semua pihak terkait.  Pertamina tentu melihat amanat pengelolaan WK Mahakam sebagai tugas negara yang akan dijalankan dengan sebaik baiknya sesuai tugas pokok dan fungsi pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pengelolaan dilaksanakan dengan tetap menjaga produksi wk mahakam yang telah melewati masa puncak produksi reservoirnya pada periode 2003-2009. Mengontrol biaya operasi dan tetap mengedepankan QHSSE dalam operasionalnya.

Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, mengatakan tantangan terbesar dalam alih kelola ini adalah sumur yang akan dikelola adalah sumur tua dan memiliki sifat migas  tidak kontinyus. Selain itu, budaya pengelolaan total yang selama ini mengedepankan QHSSE juga harus segera disesuaikan Pertamina.

Blok Mahakam sendiri  terletak di lepas pantai Kalimantan Timurn(Kaltim), merupakan lahan minyak dan gas (migas) terbesar di Indonesia dengan cadangan awal 1,68 miliar barel minyak dan 21,2 Trillion Cubic Feet (TCF).

Setelah 50 tahun dieksploitasi oleh total e&p indonesie, cadangan tersisa masih sebesar 57 juta barel minyak, 45 juta barel kondensat dan 4,9 TCF gas,” ungkap Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam. (hm/sh).

 

Check Also

Banjir Samarinda Ada Solusinya

#KaloRusmadiGubernurnya Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Rusmadi Wongso, mantan Kepala Bappeda, Sekdaprov Kaltim menjelang fajar menyingsing pemerintahannya di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.