Home » Gerbang Polri » Revisi UU No.22/1999 Tak Sejalan dengan Rencana Umum Keselamatan Lalin

Revisi UU No.22/1999 Tak Sejalan dengan Rencana Umum Keselamatan Lalin

Tana Paser,GERBANGKALTIM.COM-Wacana revisi terbatas UU No.22/1999 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mengakomodir kendaraan roda dua menjadi jasa transportasi umum dinilai tidak sejalan dengan rencana umum nasional keselamatan lalu lintas dan Angkutan Jalan yang didengungkan Presiden Jokowi.

“Wacana ini sangat tidak sejalan dengan dekade aksi keselamatan di jalan dan rencana umum nasional keselamatan lalu lintas angkutan jalan oleh Presiden RI tahun 2011, ” Kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Paser, AKP Syarifah Nurhuda, SIK, Kamis (10/5).

Dalam rencana umum nasional keselamatan lalu lintas angkutan jalan, kata perwira pertama yang akrab dipanggil ‘Nurul’ itu, targetnya adalah penurunan tingkat kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data laka lantas secara nasional termasuk  di Kabupaten Paser, kecelakaan lalu lintas terbesar melibatkan kendaraan roda dua, dengan korban meninggal dunia yang tidak sedikit.

“Rata-rata laka lantas melibatkan roda dua, jika roda dua dijadikan sebagai angkutan umum maka  berpotensi meningkatkan angka laka lantas,” tegasnya.

Menurut alumni Akpol 2008 ini, tak satu pun negara  yang melegalkan kendaraan roda dua menjadi angkutan umum.

“Roda dua tidak memiliki speck sebagai kendaraan transportasi umum,” terang Nurul.

Oleh karena itu, menurut  dia, langkah terbaik yang  harus ditempuh pemerintah adalah menyiapkan transportasi publik yang memenuhi standar keamanaan, keselamatan dan kenyamanan.

“Tentunya semua pihak harus mendukung langkah yang ditempuh pemerintah,” harapnya. (erwe)

Check Also

Manggar Jadi Perkebunan dan Beternak

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Calon wakil gubernur (cawagub) Kalimantan Timur (Kaltim) Safaruddin memprediksi, kawasan Manggar, Balikpapan Timur, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *