Home » RI-AS Sepakat Alihkan Hutang untuk Hutan Kalimantan

RI-AS Sepakat Alihkan Hutang untuk Hutan Kalimantan

Jakarta, Gerbangkaltim,-
Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Kehutanan dan Kementerian Keuangan bersama dengan Pemerintah Amerika yang diwakili oleh Kedutaan Amerika di Jakarta menandatangani kesepakatan debt-for-nature swap dalam kerangka Tropical Forest Conservation Act 2 senilai 28,5 juta Dollar Amerika yang akan dipergunakan untuk membantu upaya pelestarian hutan dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia khususnya di Kalimantan pada 29 September 2011.
Dalam mengimplementasikan program TFCA II tersebut, kedua negara didukung oleh dua swap partners, yaitu The Nature Conservancy dan WWF. Debt-for-nature swap adalah pengalihan hutang yang digunakan untuk membiayai program konservasi keanekaragaman hayati dan hutan tropis.  Kesepakatan ini diatur dalam US Tropical Forest Conservation Act (TFCA), dimana Pemerintah Amerika dapat mengalihkan hutang dari negara-negara yang memiliki hutan tropis untuk tujuan konservasi hutan.
Dalam siaran persnya yang diterima Gerbangkaltim, disebutkan, dengan kesepakatan ini akan melahirkan model-model konservasi hutan tropis dan mitigasi perubahan iklim untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang pada saat ini difokuskan terlebih dahulu di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Berau dan Kutai Barat di Provinsi Kalimantan Timur, dan Kabupaten Kapuas Hulu di Provinsi Kalimantan Barat.  Komitmen pemerintah daerah terhadap konservasi area hutan yang luas disertai dengan keanekaragaman hayati dan kandungan karbon yang tinggi menjadikan ketiga Kabupaten tersebut terpilih untuk menjadi model dalam pelaksanaan program TFCA 2.
Pelaksanaan program akan melibatkan berbagai pihak, khususnya masyarakat madani yang akan berperan sebagai pelaksana program, yang difasilitasi oleh administrator yang akan ditetapkan kemudian
“Kerja sama kedua negara melalui program TFCA II ini akan memberikan kontribusi kepada komitmen Pemerintah Indonesia dalam rangka melindungi hutan dan keanekaragaman hayati serta mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Strategi Kementerian Kehutanan,” menurut Darori, Dirjen PHKA Kementerian Kehutanan.
Ade Soekadis, Direktur ad-interim Forest Program Indonesia menyatakan, “The Nature Conservancy mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Berau dalam kerangka Program Karbon Hutan Berau.  TFCA2 diharapkan dapat mendukung program pembangunan rendah emisi tersebut sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di Berau serta berkontribusi terhadap pencapaian target pengurangan emisi karbon hinggal 41 persen dengan tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi 7% di tahun 2020.”
“Kesepakatan TFCA2 adalah lompatan besar dalam upaya konservasi.  WWF bangga menjadi bagian dari program yang tata kelolanya dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat madani. Lebih jauh, masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus pelaksana program adalah sesuatu yang kami promosikan,” demikian Dr. Efransjah, CEO WWF.

RI-AS Sepakat Alihkan Hutang untuk Hutan Kalimantan
Jakarta, Gerbangkaltim,- Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Kehutanan dan Kementerian Keuangan bersama dengan Pemerintah Amerika yang diwakili oleh Kedutaan Amerika di Jakarta menandatangani kesepakatan debt-for-nature swap dalam kerangka Tropical Forest Conservation Act 2 senilai 28,5 juta Dollar Amerika yang akan dipergunakan untuk membantu upaya pelestarian hutan dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia khususnya di Kalimantan pada 29 September 2011.Dalam mengimplementasikan program TFCA II tersebut, kedua negara didukung oleh dua swap partners, yaitu The Nature Conservancy dan WWF. Debt-for-nature swap adalah pengalihan hutang yang digunakan untuk membiayai program konservasi keanekaragaman hayati dan hutan tropis.  Kesepakatan ini diatur dalam US Tropical Forest Conservation Act (TFCA), dimana Pemerintah Amerika dapat mengalihkan hutang dari negara-negara yang memiliki hutan tropis untuk tujuan konservasi hutan. Dalam siaran persnya yang diterima Gerbangkaltim, disebutkan, dengan kesepakatan ini akan melahirkan model-model konservasi hutan tropis dan mitigasi perubahan iklim untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang pada saat ini difokuskan terlebih dahulu di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Berau dan Kutai Barat di Provinsi Kalimantan Timur, dan Kabupaten Kapuas Hulu di Provinsi Kalimantan Barat.  Komitmen pemerintah daerah terhadap konservasi area hutan yang luas disertai dengan keanekaragaman hayati dan kandungan karbon yang tinggi menjadikan ketiga Kabupaten tersebut terpilih untuk menjadi model dalam pelaksanaan program TFCA 2.  Pelaksanaan program akan melibatkan berbagai pihak, khususnya masyarakat madani yang akan berperan sebagai pelaksana program, yang difasilitasi oleh administrator yang akan ditetapkan kemudian “Kerja sama kedua negara melalui program TFCA II ini akan memberikan kontribusi kepada komitmen Pemerintah Indonesia dalam rangka melindungi hutan dan keanekaragaman hayati serta mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Strategi Kementerian Kehutanan,” menurut Darori, Dirjen PHKA Kementerian Kehutanan. Ade Soekadis, Direktur ad-interim Forest Program Indonesia menyatakan, “The Nature Conservancy mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Berau dalam kerangka Program Karbon Hutan Berau.  TFCA2 diharapkan dapat mendukung program pembangunan rendah emisi tersebut sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di Berau serta berkontribusi terhadap pencapaian target pengurangan emisi karbon hinggal 41 persen dengan tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi 7% di tahun 2020.” “Kesepakatan TFCA2 adalah lompatan besar dalam upaya konservasi.  WWF bangga menjadi bagian dari program yang tata kelolanya dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat madani. Lebih jauh, masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus pelaksana program adalah sesuatu yang kami promosikan,” demikian Dr. Efransjah, CEO WWF.

Check Also

Kodim Grogot Inisiasi Pembentukan Posko Terpadu Karhutla 

Kodim 0904 Tanah Grogot menginisiasi pembentukan posko terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *