Home » Info Today » Rusmadi, bukan Pemimpin Anti Kritik
Cagub Kaltim Rusmadi bersama Kurniawan, salah seorang warga di Desa Guntung Kota Bontang yang meragukan program "Kaltim Bermartabat".

Rusmadi, bukan Pemimpin Anti Kritik

Bontang, GERBANGKALTIM.COM,- Sebelum dan sudah dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) dan Kepala Bappeda Kalimantan Timur (Kaltim), sikap dan sifat Rusmadi sederhana dan tidak berubah. Apabila rakyat Kaltim masih mempercayainya menjadi pemimpin “Benua Etam”, Insya Allah anugrah itu juga tidak berubah. Apalagi anti kritik. Rusmadi bukan pemimpin yang anti kritik.

Hal ini tergambar ketika pasangan calon (paslon) gubernur Kaltim nomor urut 4 itu menjawab pertanyaan kritis dari seorang anak muda, Kurniawan yang meragukan dan

mempertanyakan salah satu program unggulan yakni membuka lapangan kerja bagi 100 ribu pencari kerja.

Rusmadi memberi apresiasi. Begitulah semestinya pemuda zaman now. Harus berani dan kritis. “Saya mengapresiasi sikap kritis masyarakat. Kelak, ketika menjadi gubernur, saya juga menempatkan diri pada pemimpin yang menerima kritik. Saya memerlukan kritik, agar kebijakan yang kita laksanakan berjalan lebih baik,” ujar pasangan calon wakil gubernur (cawagub) Safaruddin ini.

Salah satu program unggulan calon gubernur dan calon wakil gubernur Kaltim, Rusmadi-Safaruddin, adalah membuka lapangan kerja bagi 100 ribu pencari kerja. Namun, program ini diragukan dan dipertanyakan oleh salah seorang pemuda, Kurniawan (24), ketika bertemu dan menanyakan kepada Rusmadi, di Desa Guntung Kota Bontang, Sabtu (21/4/2018).

Mantan Sekdaprov itu menjelaskan, mengenai pembukaan lapangan kerja dilakukan berdasarkan potensi daerah Provinsi Kaltim yang begitu besar.

“Dari sektor perkebunan, saya sudah programkan perluasan sawit 50 ribu hektar. Ini saja menyerap 50 ribu pekerja. Belum lagi, izin lahan sawit yang sudah dikeluarkan pemerintah seluas 3,3 juta hektar. Saat ini yang sudah ditanam baru 1,1 juta hektar. Sehingga, masih ada 2,2 juta hektar belum ditanam dan ini bakal menyerap 1 juta tenaga kerja, dengan perkiraan setiap 2,2 hektar bisa digarap 1 orang,” kata Rusmadi.

Bila diberi amanah menjabat Gubernur Kaltim, Rusmadi akan mengajak Bupati bersikap tegas agar 2,2 juta hektar yang belum ditanam, izinnya dicabut dan diberikan kepada perusahaan lain yang mau investasi kebun sawit.

“Izin lahan sawit ini ada di bupati. Ketika saya menjabat Gubernur Kaltim, akan turun evaluasi kebun sawit yang tidak ditanami. Sesuai UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, izin sawit bisa dicabut, jika 3 tahun belum ada penanaman sebesar 30 persen total luas lahan,” kata Rusmadi menjelaskan.

Meski demikian, Rusmadi meminta generasi muda seperti Kurniawan, tidak harus mencari lowongan kerja. Tapi, harusnya membuka lapangan kerja dengan berwirausaha. “Adik kita Kurniawan ini, orang cerdas,  lulusan diploma. Pasti bisa buka usaha yang membuka lapangan kerja,” kata Rusmadi, memotivasi.

Selain ditanya program 100 ribu lowongan kerja, Rusmadi juga diminta solusi dari warga Sidrap yang memiliki KTP Kota Bontang. Padahal, wilayah Sidrap masuk Kabupaten Kutai Timur.

“Jika saya Gubernurnya, saya panggil bupati dan walikota. Harus jelas, Sidrap mau masuk Kutai Timur, ya di Kutai Timur. Kalau mau masuk kota Bontang, harus jelas di kota Bontang. Tapi, secara pribadi saya berpendapat, layanan pemerintah yang terdekat yang paling ideal mengambilnya,” kata Rusmadi.

Lebih lanjut Rusmadi menegaskan, sebagai kepala daerah, mestinya harus bertanggung jawab atas persoalan dihadapi warganya.

“Ini soal kehidupan, ketika tahun pertama saya jabat Gubernur, Insya Allah persoalan (Sidrap) selesai. Nggak boleh itu, tiap ada Pilkada baru menjadi lumbung suara,” katanya. Rusmadi juga tak lupa akan perhatikan kota Bontang yang memiliki potensi perikanan. Dengan sebagian besar nelayan di Desa Guntung, dirinya akan dorong pemerintah membantu perahu dan mesin.

Selain itu, program bea siswa bagi anak-anak nelayan di Desa Guntung akan diprioritaskan seperti anak-anak di desa lainnya di Kaltim. “Saya lebih perhatikan anak-anak di desa di Kaltim untuk dapatkan beasiswa,” kata Rusmadi. #4trs

Check Also

Rusmadi, “Saya Malu Samarinda Banjir”

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Soal banjir yang makin dikeluhkan masyarakat Kota Samarinda,  Rusmadi menceritakan pengalamannya, bahwa jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *