Home » Sebanyak 73 Armada Kapal Disiapkan untuk Pemudik Lebaran di Kaltim

Sebanyak 73 Armada Kapal Disiapkan untuk Pemudik Lebaran di Kaltim

DIGITAL CAMERASAMARINDA —Sebanyak 73 armada kapal dengan total kapasitas 37.792 penumpang telah disiapkan Dinas Perhubungan Kaltim bekerjasama dengan pihak terkait untuk melayani angkutan selama arus mudik dan balik Lebaran 1434 tahun ini di Kaltim.

Kepala Dishub Kaltim, H Zairin Zain, merinci sebanyak 73 armada kapal tersebut terdir darii enam armada milik PT Pelni (13.906 penumpang), 22 armada milik swasta (16.996 penumpang), dan 45 armada kapal lainnya jenis long boat (1.890 penumpan atau 42 penumpang per trip).

Zairin Zain yang didampingi Kabid Perhubungsan Laut, M Rijali, menyatakan, enam armada PT Pelni dan 22 armada milik swasta tersebut nantinya melayani rute Balikpapan – Tarakan – Nunukan – Pare Pare. Berbeda dengan 45 long boat yang siap melayani rute Tarakan – Tawau (Malaysia), Nunukan – Tawau, Pulau Bunyu – Tarakan, Nunukan – Tarakan, Sungai Nyamuk – Tarakan, dan Nunukan – Pare Pare (Sulsel).

Menurut Zairin sebanyak 73 armada kapal yang disiapkan diyakininya cukup untuk melayani angkutan lebaran tahun ini. Keyakinan ini juga karena berdasarkan perhitungannya tren pemudik yang memilih moda transportasi kapal tiap tahun terus menurun. Penyebabnya bervariasi, mulai dari selisih harga perjalanan laut dan perjalanan udara tidak terlalu banyak, hingga karena lama tempuh perjalanan juga terbilang lama.

“Sebagian calon penumpang yang saya jumpai mengaku lebih memilih naik pesawat lantaran cukup menambah beberapa ratus ribu saja dari ongkos naik kapal. Perjalanan dari Balikpapan ke Suarabaya atau Jakarta saja, misalnya, hanya butuh waktu satu hingga dua jam sudah sampai. Sedang naik kapal, waktu tempuhnya bisa di atas 16 jam sehingga harus bermalan di kapal,” katanya.

Hal tersebut belum termasuk biaya konsumsi dan lain-lain selama perjalanan. Bukan mustahil biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan menggunakan moda transportasi laut ini lebih mahal ketimbang moda transportasi udara. Itu sebabnya banyak warga yang memiliki naik pesawat ketimbang harus naik kapal.

“Kalau angkutan laut yang memiliki alternatif jalur udara, trennya menurun. Tapi, kalau angkutan darat trennya naik terus. Ini karena jumlah penduduk yang terus bertambah, dan juga karena jalur darat lebih cepat ketimbang jalur air,” katanya mrngakhiri perbincangan. (arf-dil/diskominfo)

Sumber: http://diskominfo.kaltimprov.go.id

foto: balikpapantoday.com

 

 

Check Also

Kodam VI/Mlw Tambah 12 Pos di Perbatasan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kodam VI/Mulawarman akan menambah 12 pos dari 40 perbatasan yang sudah ada di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.