Home » GerbangNews » SEHARI KUMPULKAN 1000 SAMPAH PLASTIK

SEHARI KUMPULKAN 1000 SAMPAH PLASTIK

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Warga RT 9 Kelurahan Baru Ulu Balikpapan Barat, Kalimantan Timur (Kaltim),  setiap harinya bergotong royong membersihkan kolong-kolong rumahnya masing-masing dari sampah plastik yang terkena/terendam minyak. Dalam sehari saja, warga bisa mengumpulkan kurang lebih seribu kantong plastik sampah bercampur minyak.

Sampah yang sulit terurai ini dampak dari ceceran minyak mentah (crude oil) akibat patah/bocornya pipa bawah laut milik Pertamina. Entah berapa ribu sudah plastik sampah yang sudah dikumpulkan warga yang kolong rumahnya “terhiasi” kresek atau kotoran lainnya. Yang pasti, mereka terus bergotong royong membersihkan bawah rumahnya.

Warga secara gotong royong sudah melakukan aktivitas pembersihan sejak beberapa hari pasca tumpahan minyak. seperti diketahui, tumpahan minyak Pertamina cukup berdampak di pemukiman warga Kelurahan Baru Ulu.

Sebelumnya, warga mengkhawatirkan potensi kebakaran. Pasalnya, hampir seluruh bangunan warga di kelurahan ini bangunannya berbahan dasar kayu yang diketahui mudah terbakar. Mereka sangat bersyukur tempat tinggalnya selamat dari kobaran api yang cukup besar saat itu.

Sebelumnya tumpahan minyak di Teluk Balikpapan berdampak pada sejumlah pemukiman warga yang ada di pesisir kota, termasuk beberapa ekosistem seperti tanaman mangrove dan biota laut. “Hingga kini proses penanggulangan minyak masih terus dilakukan,” ujar Muhammad Rizal, Lurah Baru Ulu.

Pasca kebakaran hebat di kawasan perairan Teluk Balikpapan beberapa hari lalu, tidak saja meninggalkan sampah-sampah plastik berminyak yang tersangkut di kolong-kolong rumah terbuat dari kayu itu, tapi juga berimbas pada bau menyengat. Hawa kurang nyaman ini juga sempat membuat beberapa warga kurang enak badan alias sakit, diantaranya pernapasan.

Selain itu, pencemaran lingkungan yang mengakibatkan hewan-hewan peliharaan diantaranya kepiting dan satwa lainnya tewas, korban jiwa dan lainnya. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta, Pertamina harus bertanggungjawab penuh dengan kejadian yang sempat menghebohkan masyarakat Balikpapan itu.

Pertamina diminta bertanggungjawab, karena pihaknya mengakui tercecernya crude oil itu gara-gara pipa penyuplai bawah laut Balikpapan-Terminal Lawe Lawe di Penajam Paser Utara (PPU) pecah/bocor. Akibatnya minyak mentah itu mengambang dan terpapar di permukaan laut Teluk Balikpapan. (hm/sh)

Check Also

Warga Liang Ulu Dukung Rusmadi-Safaruddin

Kota Bangun, GERBANGKALTIM.COM,- Sebagian warga Desa Liang Ulu Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *