Home » Setoran Modal Kepala Daerah Capai Rp1,3 T

Setoran Modal Kepala Daerah Capai Rp1,3 T

SAMARINDA, Gerbangkaltim,-
Penambahan setoran modal Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bankaltim hingga saat ini telah mencapai Rp1,3 triliun. Setoran modal tersebut merupakan setoran para kepala daerah kabupaten dan kota selaku pemegang saham.
“Bupati dan walikota selaku kepala daerah sebagai pemegang saham, serta dukungan jajaran legislatif (DPRD kabupaten dan kota). Sehingga saat ini telah terdapat penambahan setoran modal BPD Kaltim mencapai Rp1,3 triliun,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak usai penandatanganan Komitmen Bersama Bank Pembangunan Daerah Kaltim dengan Bupati/Walikota se-Kaltim di Lamin Etam, Kamis (30/12).
Perkembangan BPD Kaltim saat ini menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Diantaranya, komitmen para kepala untuk menambah modal setor yang mencapai Rp1,3 triliun tersebut dan return on asset (ROA) yang mencapai 4,46 persen atau berada pada rangking 13 dari 26 BPD seluruh Indonesia.
Serta beban operasi dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) yang mencapai 60 persen. Atau hasil tersebut telah membuat BPD Kaltim menduduki rangking empat dari 26 BPD seluruh Indonesia.
Selain itu, BPD Kaltim mampu menjadi BPD Regional Champion yang merupakan kemampuan lembaga keuangan daerah ini sebagai agent regional development. Kemampuan ini terindikasi, karena kredit produktif mencapai 70,45 persen.
Kondisi ini, menbuat prestasi BPD Kaltim jauh diatas BPD daerah lainnya. Pada umumnya kredit didominasi kredit konsumsi, serta pertumbuhan kredit rata-rata selama tiga tahun terakhir cukup tinggi mencapai 79,93 persen.
Sedangkan kemampuan dalam melayani kebutuhan masyarakat yang terindikasi dengan terbentuknya jaringan kantor yang eksis sebanyak 64 persen. Selain, produk-produk yang cukup bervariatif, baik produk dari sisi penghimpunan dana maupun penyaluran dana.
“BPD Kaltim memiliki empat produk penghimpunan dana dan tujuah produk untuk penyaluran dana. Berdasarkan data-data tersebut, maka wajar lembaga keuangan milik pemerintah daerah di Kaltim ini menjadi bank terkemuka atau Regional Champion yang perlu mendapatkan dukungan,” jelasnya.
Namun demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang haruis dibenahi dan memerlukan komitmen semua pihak terkait, terutama BPD Kaltim selaku pelaksana kegiatan dengan pemerintah daerah selaku pemegang saham.
“Perlu komitmen semua pihak, diantaranya pemenuhan jumlah tenaga (SDM) dan pengembangan kompetensi, terutama dalam perekrutannya yang diutamakan orang daerah. Berupaya meningkatkan penghimpunan dana masyarakat,” harap Awang.
Terlebih peningkatan penyaluran kredit untuk sektor usaha mikro kecil menengah, secara langsung maupun melalui pola kemitraan dengan bank perkreditan rakyat. Melaksanakan edukasi terhadap produk yang dimiliki bagi masyarakat, serta peningkatan peran teknologi informasi dalam operasional.(yans/hmsprov)
* Sumber: www.kaltimprov.go.id

SAMARINDA, Gerbangkaltim,-Penambahan setoran modal Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bankaltim hingga saat ini telah mencapai Rp1,3 triliun. Setoran modal tersebut merupakan setoran para kepala daerah kabupaten dan kota selaku pemegang saham.”Bupati dan walikota selaku kepala daerah sebagai pemegang saham, serta dukungan jajaran legislatif (DPRD kabupaten dan kota). Sehingga saat ini telah terdapat penambahan setoran modal BPD Kaltim mencapai Rp1,3 triliun,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak usai penandatanganan Komitmen Bersama Bank Pembangunan Daerah Kaltim dengan Bupati/Walikota se-Kaltim di Lamin Etam, Kamis (30/12). Perkembangan BPD Kaltim saat ini menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Diantaranya, komitmen para kepala untuk menambah modal setor yang mencapai Rp1,3 triliun tersebut dan return on asset (ROA) yang mencapai 4,46 persen atau berada pada rangking 13 dari 26 BPD seluruh Indonesia.Serta beban operasi dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) yang mencapai 60 persen. Atau hasil tersebut telah membuat BPD Kaltim menduduki rangking empat dari 26 BPD seluruh Indonesia.Selain itu, BPD Kaltim mampu menjadi BPD Regional Champion yang merupakan kemampuan lembaga keuangan daerah ini sebagai agent regional development. Kemampuan ini terindikasi, karena kredit produktif mencapai 70,45 persen.Kondisi ini, menbuat prestasi BPD Kaltim jauh diatas BPD daerah lainnya. Pada umumnya kredit didominasi kredit konsumsi, serta pertumbuhan kredit rata-rata selama tiga tahun terakhir cukup tinggi mencapai 79,93 persen.Sedangkan kemampuan dalam melayani kebutuhan masyarakat yang terindikasi dengan terbentuknya jaringan kantor yang eksis sebanyak 64 persen. Selain, produk-produk yang cukup bervariatif, baik produk dari sisi penghimpunan dana maupun penyaluran dana.”BPD Kaltim memiliki empat produk penghimpunan dana dan tujuah produk untuk penyaluran dana. Berdasarkan data-data tersebut, maka wajar lembaga keuangan milik pemerintah daerah di Kaltim ini menjadi bank terkemuka atau Regional Champion yang perlu mendapatkan dukungan,” jelasnya.Namun demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang haruis dibenahi dan memerlukan komitmen semua pihak terkait, terutama BPD Kaltim selaku pelaksana kegiatan dengan pemerintah daerah selaku pemegang saham.”Perlu komitmen semua pihak, diantaranya pemenuhan jumlah tenaga (SDM) dan pengembangan kompetensi, terutama dalam perekrutannya yang diutamakan orang daerah. Berupaya meningkatkan penghimpunan dana masyarakat,” harap Awang. Terlebih peningkatan penyaluran kredit untuk sektor usaha mikro kecil menengah, secara langsung maupun melalui pola kemitraan dengan bank perkreditan rakyat. Melaksanakan edukasi terhadap produk yang dimiliki bagi masyarakat, serta peningkatan peran teknologi informasi dalam operasional.(yans/hmsprov)* Sumber: www.kaltimprov.go.id

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.