Home » GerbangNews » Sidang Perdana Terdakwa Penista Agama Berlangsung 30 Menit di PN Balikpapan
Jadwal sidang, insert terdakwa.(foto: ist)

Sidang Perdana Terdakwa Penista Agama Berlangsung 30 Menit di PN Balikpapan

GERBANGKALTIM.COM, Balikpapan,- Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan melakukan sidang perdana terdakwa penista agama OR, Rabu (17/5/2017) berlangsung cepat yakni pukul 09.30 hingga 10.00 Wita, atau sekitar 30 menit.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Aminuddin dengan anggotanya Darwis dan M Asri dengan terdakwa OR mendapat pengawalan aparat kepolisian. Cuaca hujan di pagi hari yang cukup deras mewarnai kedatangan terdakwa ke PN Balikpapan.

Detil jadwal sidang yang dimuat di website resmi PN Balikpapan menunjukkan kasus dengan nomor perkara 291/Pid.Sus/2017/PN Bpp. Jenis perkara: Informasi dan Transaksi Elektronik. Terdakwa       dr. Otto Rajasa Bin Soehono. Tanggal Sidang perdana Rabu, 17 Mei 2017, dengan jadwal sidang pukul 10.00 Wita, agenda sidang pertama.

Selain sidang perdana terhadap OR di Pengadilan Negeri Balikpapan, juga terdapat  4 sidang pertama lain yang juga dilangsungkan pada pagi hari, yakni dua sidang perdana tentang narkotika dan dua sidang tentang pencurian.

Aminuddin menegaskan, tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam kasus persidangan dengan terdakwa OR ini. Persidangan dilaksanakan sesuai jadwal jam 09.30 pagi, dengan agenda pembacaan dakwaan.  “Untuk agenda persidangan kedua dijadwalkan hari Selasa, 23 Mei 2017 pukul 09.30 wita, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari penuntut umum,” katanya.

Salah satu warga   mengatakan sejak awal pihaknya berkomitmen akan mengawal kasus ini, namun dengan dipercepatnya sidang dari informasi semula membuat ia dan puluhan warga lainnya merasa kecewa. “Kami akan mengawal kasus ini, mulai dari persidangannya hingga vonis nanti,” kata Hendra.

Berawal Postingan di Facebook

Seperti diberitakan, OR yang merupakan salah satu dokter senior di perusahaan migas di Balikpapan, diduga telah melakukan penistaan agama, dan telah ditetapkan  Satuan Tindak Pidana tertentu atau Satipiter Polres Balikpapan, Polda Kaltim sebagai tersangka. Dalam kasus ini polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor, termasuk melakukan gelar perkara kasus penodaan agama ini di Polda Kaltim.

Selain  polisi juga telah memintai keterangan terhadap sejumlah saksi ahli di antara Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Balikpapan, Kementrian Agama Balikpapan, ahli bahasa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Airlangga Surabaya, serta ahli IT Polda Jatim. OT disangka telah melanggar KUHP Pasal 156a tentang penodaan agama dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Subbag Humas Polres Balikpapan, IPTU Suharto mengatakan, dari pemeriksaan penyidik dan saksi ahli, maka kasus ini  masuk dalam penodaan terhadap agama, dimana tersangka mengasumsikan naik haji cukup ke Jakarta dan tidak perlu ke Mekkah.

“Tentunya pernyataan yang disamapaikannya di media facebook ini sangat bertentangan dengan Rukun Iman yang Kelima yakni Naik Haji,” katanya.

(mh/tw)

Check Also

Kodam VI/Mlw Tambah 12 Pos di Perbatasan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kodam VI/Mulawarman akan menambah 12 pos dari 40 perbatasan yang sudah ada di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.