Home » GerbangNews » Situs KPU Terserang Hacker

Situs KPU Terserang Hacker

Samarinda, GERBANGKALTIM.COM,- Masyarakat sulit mengakses hasil Pilgub Kaltim dari situs infopemilu.go.id, ternyata penyebabnya karena pihak penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) sengaja membuat situs resminya terkadang dinonaktifkan, karena maraknya serangan para peretas atau hacker terkait hasil penghitungan suara Pilkada serentak 2018 yang telah berlangsung.

Pengakuan itu disampaikan Ketua KPU Arief Budiman. Dia mengatakan sistem buka-tutup atau active-down  itu merupakan hasil konsultasi dengaan tim informasi teknologi KPU. Hal tersebut menurutnya solusi yang tidak akan membuat pekerjaan penghitungan suara memakan waktu.

“Jadi kalau mengakses web kita kadang bisa dan enggak bisa dibuka itu sebetulnya cara kami untuk menangkal serangan yang datangnya bukan hanya tiap jam, tapi tiap menit menyerang kita,” ujarnya saat acara diskusi di Warung Daun Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Buka-tutup situs tersebut, menurut Arief dilakukan sekaligus untuk membersihkan serangan-serangan yang masuk ke laman resmi KPU tersebut.

Situs infopemilu.go.id adalah fasilitas yang disediakan KPU pusat di mana di dalamnya menyajikan informasi hasil perolehan suara Pilkada serentak 2018 berdasarkan formulir C1 dari TPS (Tempat Pemungutan Suara). Ada 171 daerah, termasuk Kaltim menggelar Pilkada dan data rekapannya dikirim untuk dimuat dalam website tersebut.

Informasi tentang perolehan suara Pilgub Kaltim yang bisa diakses terakhir menyajikan data paslon nomor urut 1 Andi Sofyan Hasdam – Rizal Effendi dengan perolehan 283.965 suara atau 21,72 persen. Kemudian Paslon 2 Syaharie Jaang – Awang Ferdian Hidayat 295.747 suara atau 22,62 persen, paslon 3 Isran Noor – Hadi Mulyadi 329.449 suara atau 25.20 persen dan paslon 4 dengan perolehan 398.222 atau 30,46 suara.

Sistim informasi perhitungan (Situng) KPU ini berbeda dengan quickcount yang dilakukan lembaga survei LSI Denny JA yang dirilis pada saat perhitungan suara dilakukan sekitar pukul 13.00 sampai malam. Hasil quickcount menyajikan pasangan No.1 (Andi Sofyan Hasdam – Rizal Effendi ) memperoleh 21,08%, Pasangan No.2 (Syaharie Jaang – Awang Ferdian Hidayat) memperoleh 23,08 %, Pasangan No.3 (Isran Noor – Hadi Mulyadi ) memperoleh 31,27%, dan Pasangan No.4 (Rusmadi Wongso – Safaruddin) memperoleh 24,58%, dengan data masuk sudah mencapai 100%.

Banyak pihak meminta KPU memberikan penjelasan atas masalah situs tersebut. Diantaranya analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio yang menyarankan KPU untuk terus membuka situs tanpa menutupnya.

Menurut Hendri hal tersebut menyangkut transparansi, supaya masyarakat yang ingin mengetahui hasil hitung suara juga mengetahui soal serangan yang dialami oleh KPU.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily juga mengeluhkan situs resmi Komisi Pemilihan Umum. Dia meminta KPU dapat memberikan penjelasan yang konkret terkait permasalahan yang terdapat di situs tersebut.

Transparansi dalam penghitungan suara dan penjelasan situs yang down tersebut, menurut Ace, untuk menghindari tudingan partai lain yang merasa ada hacker sehingga dapat mempengaruhi jumlah perolehan suara.

“Catatan paling penting harus lebih transparan karena kami di Partai Golkar memantengi website dan tadi malam down gitu ya, ini harus ada penjelasan karena ini bagian dari proses transparansi kita,” ujarnya saat kegiatan diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6).

Menjawab hal tersebut pada acara yang sama, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya melakukan buka-tutup situs bukan untuk menutupi hasil penghitungan suara yang tengah dilakukan.

“Jadi mohon maaf kalau masih sering buka-tutup. Bukan karena kami tidak transparan, tapi ini strategi yang juga disampaikan para ahli IT kami untuk menangkal serangan yang terus datang tiap menit,” tuturnya di lokasi yang sama.

Saat diminta keterangan oleh wartawan apakah serangan tersebut berpengaruh pada angka perolehan suara, Arief mengatakan hingga kini belum ada dampak yang terjadi. Namun dia mengakui sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mendeteksi siapa saja pelaku penyerangan terhadap situs resminya tersebut.

“Sampai hari ini tidak ada serangan yang pengaruhi perolehan suara. Terakhir (serangan tersebut) terjadi tadi pagi, hampir setiap menit diserang. Jelas berpengaruh pada kinerja kami karena terjadi pelambatan, harus on off,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU lainnya, Pramono Ubaid Tantho, mengungkapkan, peristiwa peretasan situs tersebut tidak akan mempengaruhi hasil akhir pilkada serentak 2018.

“Sebenarnya mau di-hack gimana pun juga enggak akan pengaruhi hasil akhir. Enggak ada pengaruhnya sama real count,” ucap Pramono di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Juni 2018.

Pramono menjelaskan, hasil resmi yang sah secara hukum nantinya berdasarkan hasil yang ditetapkan lewat pleno terbuka. Hasil itupun berdasarkan data rekapitulasi secara manual.

Karena itu, menurut dia, diretas atau tidak situs resmi KPU, tak akan mengubah, mempengaruhi atau bahkan memanipulasi hasil akhirnya. “Jadi, itu adalah isu yang dikembangkan oleh pihak-pihak yang enggak bertanggung jawab. Ada serangan hacker iya, tapi itu bukan hasil resmi,” ucap Pramono menegaskan. ***

 

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.