Home » GerbangNews » Soal PPDB Online, Kadisdikbud Turun Tangan
Inspeksi mendadak (Sidak) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di Balikpapan.

Soal PPDB Online, Kadisdikbud Turun Tangan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Balikpapan, Muhaimin, terpaksa turun tangan membantu permasalahan yang terjadi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di Balikpapan.

Terkait dengan gangguan pendafataran ini, masyarakat dapat berkomunikasi melalui media social (medsos) dan nomor pribadi Kadisdikbud, Muhaimin. Bermasalahnya Penerimaan Peserta Didik Baru online diseluruh sekolah SMA/SMK di kota “Beriman”, akhirnya membuat Kadisdikbud turun tangan.

“Kami siap membantu permasalahan yang dihadapi oleh orang tua murid yang merasa kecewa dengan adanya gangguan sistem pada PPDB online SMA/SMK di Balikpapan,” Kadisdikbud Muhaimin.

Kadisdikbud membuka aduan di sosial media dan nomor ponsel pribadinya untuk bisa membantu mencarikan solusi bagi orang tua yang kebingungan.

Sejauh ini, sambungnya, pihak Disdikbud Balikpapan masih terus berkordinasi dengan MKKS tingkat SMA/SMK se Balikpapan dan Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim untuk mengatasi gangguan PPDB online tingkat SMA/SMK.

Seperti diketahui, pada hari kedua PPDB online tingkat SMA/SMK, jaringannya masih belum bisa berfungsi secara normal. Bahkan beberapa orang tua merasa kecewa dengan kondisi jaringan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) itu.

Salah satunya kondisi ini terlihat PPDB secara online di SMA Negeri 1 Kota Balikpapan. Jaringan komputer dari pusat belum juga bisa diakses atau digunakan. Dengan kondisi seperti ini membuat sejumlah orang tua yang berencana mendaftarkan anaknya mengaku sangat kecewa.

“Seharusnya, sebelum pendaftaran semua sudah dipersiapkan secara matang. Pendaftaran semacam ini ‘kan bukan kali pertama ini,” kata Michael, Husain yang dibenarkan orang tua pendaftar lainnya. Para orang tua ini mengaku sangat heran.

Pasalnya, persoalan kendala seperti ini terus terulang dari tahun ke tahun. Seolah menunjukan ketidaksiapan penyelenggara. Yang memprihatikan lagi, saling salah menyalahkan dan saling tuding. Tidak ada yang mengakui.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Balikpapan Imam Suja’i mengatakan, kesalahan terjadi bukan pada pihak sekolah, melainkan sistem dari Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim.

Bahkan data yang sudah masuk pada tanggal 2 dan 3 Juli 2018, harus teriset ulang. untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah pada hari Rabu akan memasukkan data yang sudah terdaftar pada tanggal 2 dna 3 juli 2018. Untuk memasukan data yang terhapus, jelas Imam, pihak sekolah akan memaksimalkan 80 unit komputer yang ada dan dibantu seluruh guru yang ada. (hm/sh)

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.