Home » Gerbang Grenn » Soal Tumpahan Crude Oil di Balikpapan, DLH Tunggu Hasil Lab
Minyak masih tampak mengambang di kawasan pantai Klandasan, Balikpapan, Selasa (2/5/2017) pagi. (Foto: gk/tw)

Soal Tumpahan Crude Oil di Balikpapan, DLH Tunggu Hasil Lab

 

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan sejauh ini masih menunggu hasil uji laboratorium (Lab) yang dilakukan pihak Pertamina, terkait tumpahan crude oil (minyak mentah) di pesisir pantai Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan.

Dengan belum rampungnya penelitian crude oil atau yang lebih sering disebut minyak mentah mencemari sebagian laut Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya nyaris di sepanjang pantai Monpera, Kemala Beach (pantai Kemala) hingga perairan Banua Patra, belum lama ini, hingga saat ini pihak DLH belum mengetahui dampak lingkungan maupun ekosistem laut akibat  pencemaran  tersebut.

Menyikapi pencemaran minyak mentah yang terhampar di pesisir pantai Monpera di kawasan jalan Jendral Sudirman tersebut, DLH setempat telah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina, yang sebelumnya sudah mengambil cairannya dijadikan sampel untuk diteliti di  laboratorium.

Bagaimana hasil positif laboratorium, belum diketahui. Yang pasti, apapun hasil uji laboratorium ini  dinilai penting untuk mengetahui sumber minyak tersebut. Jika nantinya diketahui limbah tersebut dengan sengaja dibuang pihak tertentu, maka akan ada sanksi tegas yang diberikan kepada oknum ataupun perusahaan.

Keberadaan  hamparan minyak mentah tersebut sangat mengkhawatirkan lingkungan maupun warga sekitar. Tidak hanya bagi pengunjung lokasi wisata pantai, namun juga bisa mengancam ekosistem laut. Kapala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Suryanto mengatakan, sejauh ini pihaknya  belum  bisa memastikan kerusakan eksositem laut, karena masih dalam pengkajian.

Pemerintah Kota Balikpapan menekankan, kejadian ini sudah beberapa kali terjadi di kawasan pantai  Balikpapan, namun tak jarang pemerintah daerah kesulitan menindak tegas pelaku pembuangan limbah  minyak mentah ini, karena  diduga dilakukan  oleh  kapal laut yang hanya melintas di perairan Balikpapan,” kata Suryanto.

Seperti diketahui sebelumnya, mengambangnya cairan crude oil berwarna kehitaman itu, sejauh ini belum diketahui dari mana asalnya. Pihak Pertamina RU V sudah mengambil sempel untuk diteliti lebih lanjut. Alicia Irzanova, Area Manager Communication and Relation Kalimantan yang dikonfirmasi juru warta mengatakan, crude oil tersebut bukan milik Pertamina.

Pihak Pertamina menurunkan tim Health Safety and Environment (HSE) untuk investigasi dan melakukan penanggulangan terhadap tumpahan minyak mentah tersebut. Pertamina berupaya memberikan bantuan sesuai standar perusahaan migas. Perusahaan migas ini mengaku memiliki atau menyediakan sarana prasarana untuk menanggulangi persoalan seperti halnya tumpahan minyak mentah atau sejenisnya.

Apa dan siapa penyebab terjadinya hamparan crude oil itu menyebar di sebagian laut Balikpapan, belum diketahui pasti.

Secara terpisah, Head of Communication and Relation RU V Pertamina, Eddie Mangun mengatakan, pihaknya hingga kini masih menyelidiki genangan minyak berwana hitam pekat tersebut. Pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab minyak tumpah serta jenis minyak maupun asalnya.(MH)

Check Also

Kodim Grogot Inisiasi Pembentukan Posko Terpadu Karhutla 

Kodim 0904 Tanah Grogot menginisiasi pembentukan posko terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *