Home » Sofyan Alex Blusukan di Pasar Kuaro dan Dialog dengan Petani Sawit Long Ikis Kabupaten Paser

Sofyan Alex Blusukan di Pasar Kuaro dan Dialog dengan Petani Sawit Long Ikis Kabupaten Paser

Pedagang-di-Pasar-Kuaro-fotobareng-AjiSofyanAlexPASER, GERBANGKALTIM.COM,—Salah seorang petugas kebersihan di Pasar Kuaro, Kabupaten Paser, menyatakan diri untuk mendukung dan akan memilih Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kaltim Farid-Sofyan nomor urut 2 dalam Pilgub Kaltim yang akan digelar pada 10 September mendatang.

“Saya dan teman-teman di sini adalah pendukung berat PPP meski kami bukan pengurus partai, makanya kami siap mencoblos Pak farid Wadjdy dan Pak Sofyan Alex,” kata Dedy ditemui wartawan usai berdialog dan foto bersama Aji Sofyan Alex saat melakukan blusukan di Pasar Kuaro, Paser.

Selain Deddy dan kawan-kawannya, masih ada sejumlah warga pasar lain yang juga mendoakan Sofyan Alex agar berhasil duduk di kursi wakil gubernur, mereka juga mengajak foto bersama.

Dalam harapannya, mereka meminta apabila nanti berhasil duduk, mereka berharap agar perhatian terhadap pasar itu, yakni menjadikan pasar tersebut menjadi semi modern seperti yang ada di Kabupaten Berau.

Sofyan Alex berkeliling  di hampir semua los/kios di pasar tradisonal itu, menyalami pedagang dan warga pasar, termasuk meminta mereka agar dating ke tempat pemungutan suara pada 10 September dan mencoblos nomor urut 2 karena memiliki komitmen membangun Kaltim yang lebih mandiri dan sejahtera.

Setelah keliling atau blusukan di kios pasar itu, Sofyan Alex kemudian naik ojek menuju Terminal Kuaro yang tak jauh dari pasar itu. Setelah itu Tim Kampanye yang dimpin Aji Sofyan Alex itu berkendara menuju Desa Keta Bhakti.

Dalam kampanye dialogis yang digelar di aula Desa Kerta Bhakti, Kecamatan Longikis, Paser, Aji Sofyan Alex mengatakan kepada warga bahwa majunya dia bersama Farid Wadjdy karena ingin melakukan perubahan demi kemajuan masyarakat luas.

Dia mengakui bahwa usianya saat ini sudah tua karena mencapai 79 tahun, sedangkan majuanya dia menjadi wakil gubernur karena ingin mengabdikan diri kepada masayarakat dan melakukan hal yang terbaik untuk masyarakat, yakni agar bisa lebih maju dan sejahtera.

Dalam perjalanannya hingga ke Paser, katanya lagi, masih banyak jalan berlubang yang perlu mendapat perhatian, terutama dari kilometer 38 Samboja – Sepaku, hingga Kecamatan Longikis.

Dia sengaja melewati rute itu karena ingin merasakan langsung bagimana kondisi jalan sehingga ke depan bisa dilakukan pembenahan.

Dalam kampanye dialogis itu, dia meminta kepada warga menyuarakan tentang apa saja yang dibutuhkan, sehingga aspirasi itu akan dicarikan solusi bersama-sama dan segera dilakukan perbaikan apabila Farid Wadjdy dan Sofyan Alex berhasil menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.

Sejumlah warga pun mengankat tangan kanannya guna menyampaikan aspirasi. Di antaranya adalah aspirasi yang disampaikan oleh Ali Mustofa, tokoh Desa Kerta Bhakti.

Ali Mustofa mengatakan bahwa mata pencaharian utama warga setempat adalah dari hasil kebun sawit sistem plasma yang dimulai pada 1988, atau sejak mereka menjadi transmigran di desa tersebut.

Tetapi, katanya, sejak tahun itu hingga saat ini, kelapa sawit yang dimiliki warga belum pernah dilakukan peremajaan sehingga saat ini tidak produktif. Untuk itu, dia meminta kepada Sofyan Alex akan membantu melakukan peremajaan dengan cara memberikan bantuan bibit sawit unggul.

“Kami berdoa agar bapak nanti sukses dan menjadi Wakil Gubernur Kaltim. Setelah duduk nanti, saya berharap agar bapak memberikan bantuan bibit sawit unggul agar buahnya banyak dan petani menjadi makumur. Selain itu, bantuan pupuk juga sangat kami harapkan,” katanya.

Menurutnya, warga tidak sanggup membeli benih sawit yang kualitasnya bagus karena harganya mencapai Rp30 ribu per bibit, sedangkan luas lahan perkebunan sawit milik warga rata-rata 2 hektare (ha) per Kepala Keluarga (KK).

Dalam 2 ha kebun sawit itu, lanjutnya, dibutuhkan benih sebanyak 250 pohon, sehingga petani harus mengeluarkan uang sebesar Rp7,5 juta. Uang sebanyak itu dinilainya sangat berat untuk melakukan peremajaan, sehingga sampai saat ini warga belum mampu melakukan peremajaan.

Dia juga mengeluhkan bahwa harga sawit di tingkat petani tidak merata di masing-masing perusahaan, sehingga dia meminta agar pemerintah menerapkan aturan yang ada, yakni menyeragamkan harga sawit agar petani tidak bingung.

Dia mencontohkan, saat ini harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dijual ke PT Perkebunan Nusantara (PT PN) senilai Rp1.100 per kg, sedangkan di perusahaan lain harganya jauh lebih tinggi yang mencapai Rp1.300 per kg, sehingga warga setempat lebih memilih menjual ke perusahaan lain.

Saat ini, lanjutnya, warga masih mampu melakukan panen TBS sebanyak satu kali dalam dua minggu. Tiap 2 ha kebun sawit itu mampu menghasilkan 3,5 kuintal sehingga hasil yang diperoleh per KK rata-rata Rp2 juta per bulan.

Uang sebesar itu, katanya, belum dipotong dengan biaya pemeliharaan seperti untuk membeli pupuk dan lainnya, termasuk belum dipotong tenaga dan lainnya.

Sebenarnya, kata Ali lagi, warga bisa mendapat penghasilan di atas Rp2 juta per bulan per 2 ha jika pupuk yang diberikan berkualitas tinggi. Untuk membeli pupuk berkualitas tinggi itu warga tidak mampu karena harganya cukup tinggi.

Suroso, warga setempat juga sepakat dengan apa yang dikatakan Ali Mustofa tersebut karena memang itulah kenyataan yang terjadi. Suroso juga mengatakan, petani di desa itu dibawah pembinaan PT PN, tetapi karena pembinaan dari PT PN tidak dilakukan, maka perkiebunan mereka tidak produktif.

“Sebenarnya hasil panen kami bisa lebih baik dari saat ini, yakni jika PT PN yang menjadi Pembina kami mau melakukan pembinaan, seperti memberikan kredit pupuk berkualitas tinggi. Kami sanggup membayar pupuk dengan system kredit, tetapi karena hal itu tidak dilakukan, maka pupuk yang kami beli hanya yang berkualitas rendah karena lebih murah,” kata Suroso. (tim/adv)

Check Also

Safaruddin, Jalan Provinsi Harusnya Mulus

Muara Komam, GERBANGKALTIM,- Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *