Home » GerbangNews » “Tangkap Pelaku Tumpahan Minyak”
Jangkar Kapal MV Ever Judger inilah yang diduga kuat membuat patah/putusnya pipa Pertamina di bawah laut Teluk Balikpapan.

“Tangkap Pelaku Tumpahan Minyak”

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,-

Kapolri Jendral Polisi
Tito Karnavian.

Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian menegaskan, kepolisian akan mengejar dan menangkap siapapun  pelaku yang terlibat dalam kasus tumpahan minyak mentah (crude oil) milik PT Pertamina Kalimantan di Teluk Balikpapan, akhir Maret 2018 lalu. Bahkan, Kapolri berjanji akan mengawasi penyelidikan dan penyidikan kasus yang berimbas meninggalnya 5 nelayan tradisional setempat itu hingga tuntas.

Kapolri telah  memerintahkan Polda  Kaltim untuk menangani dengan proefsional tentang kasus tumpahan minyak mentah milik PT Pertamina Kalimantan di Teluk Balikpapan, Saat ini sudah ada tersangka masing-masing Nahkoda Kala MV Judger dan dari salah seorang karyawan Pertamina RU V Kalimantan.

Terjadinya kasus ini diduga ada kelalaian yang menyebabkan terajdinya kerusakan lingkungan yang cukup parah. Selain itu, kerugian sejumlah nelayan, petani tambak, hutan mangrove/hutan bakau. Yang menyedihkan lagi menewaskan lima nelayan lokal. Api disertai asap hitam tebal saat itu membumbung tinggi “menghiasi” sebagian langit Kota Balikpapan.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, polisi akan mengajar siapa pun yang bertanggungjawab dalam proeses hukum tumpahan minyak yang terjadi di Teluk Balikpapan, meskipun yang menentukannya adalah pengadilan nantinya.

Dalam kasus ini, Kapolri meminta Kapolda Kaltim untuk kosisten menganani kasus ini. Kapolri menyatakan akan mengawasi kasus ini dari Mabes Polri. Pasalnya, Kapolri  tidak ingin kasus ini selesai begitu saja dan dikemudian hari akan terulang lagi. Sehingga harus ada efek jera dan operator yang bekerja juga bisa memperhatikan dampak lingkungannya.

Sedangkan untuk penanganan kapal ada ketentuan tersendiri. Indonesia harus taat dengan hukum internasional. Kapal sepanjang tidak merupakan barang bukti utama, maka harus dilepaskan. Sedangka anak buah kapal (ABK) dan perusahaannya bisa diproses hokum, termasuk jika ada kelalaian dari Pertamina tentang mekanismenya.

Sementara itu, “Z-D”, Nakhoda Kapal MV Ever Judge yang ditetapkan sebagai tersangka sejak pertanggal 1 Mei 2018 resmi di masukan Sel alias ditahan guna  kepentingan penyidikan. Terkait dengan penahanannya, Polda Kaltim juga sudah menyurati pihak Kedutaan Tiongkok.

Direskrimsus Polda Kaltim Kombespol Yustan Alpiani mengatakan, dari keterangan tersangka, mengakui jika memang ada kesalahan dalam memberikan perintah kepada para anak buah kapal (ABK), sehingga membuat jangkar mematahkan pipa milik Pertamina. Hingga proses penyidikan, jumlah saksi terus bertambah yakni sudah 65 saksi yang diperiksa.

Setelah menetapkan tersangka dalam kasus pencemaran di Teluk Balikpapan, Direktorat Kriminal Khusus Polda Kaltim sempat menahan kapal pengangkut batu bara MV Ever Judger, sekaligus mencekal seluruh ABK agar tidak bepergian keluar negeri.

Usai mengambil barang bukti berupa potongan/patahan pipa milik PT Pertamina (Persero) di dasar laut perairan Teluk Balikpapan, Direktorat Kriminal Khusus kembali melakukan penyitaan barang bukti lainnya yakni Kapal MV Ever Judger, pemilik jangkar yang disebut sebut mematahkan pipa milik Pertamina. (hm/sh)

Check Also

Pedagang Dapat Modal Tanpa Agunan

#KaloRusmadiGubernurnya Samarinda, GERBANGKALTIM.COM,- Tak perlu menggadai Buku Pemilik Kendaraan Bermotor atawa BPKB. Demikian tagline salah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.