Home » Parlementaria » DPRD Balikpapan » Target PBB Masih Kurang Rp24 M, DPRD-Pemkot Singkronkan Anggaran
Kawasan Jln. Jenderal Sudirman (Klandasan) Balikpapan merupakan kawasan termahal dalam harga tanah sehingga sangat berpotensi dalam pemasukan PBB.(foto: 3Gk)

Target PBB Masih Kurang Rp24 M, DPRD-Pemkot Singkronkan Anggaran

Balikpapan, GERBANGKALTIM.com,—Dari target yang ditetapkan PAD dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) pada tahun 2015 sebesar RP100 miliar lebih, Dispenda belum dapat membukukan target itu hingga akhir tahun.

Hal ini diketahui dalam pembahasan APBD Perubahan 2015 yang dibahas sejak Senin hingga Rabu lalu, terungkap PAD dari pajak PBB diperkirkan tidak mampu membukukan target.

Ketua DPRD Kota Abdulloh mengungkapkan kemungkinan besar, pada penerimaan daerah dari pajak PBB masih kurang Rp24 miliar.

“Ada pendapatan dari pajak PPB itu tidak tercapai sekitar Rp24 miliar dari target Rp100 miliar lebih. Yang tercapai kurang lebih Rp70 miliar sekian,” sebutnya.

Abdulloh menyebut sejumlah alasan yang membuat PBB tidak dapat terpenuhi target di 2015 ini. permasalahanya banyak terjadi dimasyarakat seperti ada wajib pajak yang menunggak sampai 2-3 tahun lamanya. Kemudian surat pemberitahuan pajak kepada wajib pajak tidak sesuai alamat.

“Yang begitu-begitu yang banyak ditemui. Makanya mereka (Dispenda) data ulang lagi. Surat yang nyampe, kadang  mereka sudah pindah alamat akhirnya tidak terbayarkan,” terang Abdulloh.

Karena itulah menurut Politisi Golar ini, bersama Pemkot melakukan singkronisasi anggaran karena ada pencapaian yang tidak sesuai target  seperti PPB, pemasukan kurang dari Rp24 miliar.

“Makanya tidak ada penambahan kegiatan yang signifikan pada APBD Perubahan ini. Hanya rasionalisasi dan pergeseran kegiatan yang tidak bisa dilaksanakna di murni kita laksanakan di perubahan (kayak BIC) itu diperubaah tidak ada karena belum terserap di murni. Mungkin kita anggarkan lagi di murni 2016. Maka terjadi pergeresaran dan rasionalisasi disitu sehingga bisa menutupi dari Rp24 miliar yang tidak tercapai itu,”jelasnya.

Diketahui, wajib pajak untuk PBB di kota Balikpapaan sekitar 200 ribu WP, pemkot sedang menyelesaikan pemetaan wajib pajak PBB melalui foto satelit yang dapat menunjukan data-data persil tiap bangunan disuatu ruang/wilayah. Dari pemetaan ini, diharapkan dapat mendongkak PBB dimasa yang akan datang.(Rif-Gk)

Check Also

Banjir Samarinda Ada Solusinya

#KaloRusmadiGubernurnya Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Rusmadi Wongso, mantan Kepala Bappeda, Sekdaprov Kaltim menjelang fajar menyingsing pemerintahannya di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.